Hadapi Pandemi Corona, Mitra Binaan CSR Perta Arun Gas Tetap Produktif
Selasa, 28 April 2020 - 19:03 WIB
loading...
Pandemi Corona tidak membuat para petani Mitra Binaan Perta Arun Gas untuk melakukan panen, tentunya dengan tetap mengutamakan Protokol Covid-19, Senin (27/4/2020).
A
A
A
LHOKSEUMAWE - Pandemi Corona tidak membuat para petani Mitra Binaan Perta Arun Gas untuk melakukan panen, tentunya dengan tetap mengutamakan Protokol Covid-19, Senin (27/4/2020).
Dengan segala keterbatasan di tengah wabah Covid-19 ini, PAG tetap melakukan berbagai upaya pengembangan usaha produktif agar Mitra Binaan yang ada di 13 Desa Lingkungan sekitar PAG tetap memperoleh penghasilan.
Hal ini dapat dilihat dari Hasil Panen dari bibit buah naga yang diberikan PAG kepada para petani binaan. Sampai dengan April 2020, petani desa binaan telah melakukan Panen buah naga sebanyak 2400 kg Buah Naga yang nantinya akan didistribusikan langsung ke Pasar untuk dijual, dengan harga per kilogram sebesar Rp25 ribu.
Tidak hanya itu para pelaku usaha rumah tangga binaan PAG juga memproduksi kerupuk opak singkong sebanyak mencapai satu kuintal, di mana hasil produksi ini langsung dipasarkan di Kota Lhokseumawe, harga perkilogram mencapai Rp15 ribu.
Corporate Secretary PAG Ahmad Sujandhi mengatakan, situasi pandemi Covid seperti ini tidak menghentikan para pelaku usaha binaan PAG untuk tetap beraktifitas. Tentunya dengan tetap menggunakan protokol covid-19 yang berlaku sesuai dengan arahan Pemerintah.
Dengan segala keterbatasan di tengah wabah Covid-19 ini, PAG tetap melakukan berbagai upaya pengembangan usaha produktif agar Mitra Binaan yang ada di 13 Desa Lingkungan sekitar PAG tetap memperoleh penghasilan.
Hal ini dapat dilihat dari Hasil Panen dari bibit buah naga yang diberikan PAG kepada para petani binaan. Sampai dengan April 2020, petani desa binaan telah melakukan Panen buah naga sebanyak 2400 kg Buah Naga yang nantinya akan didistribusikan langsung ke Pasar untuk dijual, dengan harga per kilogram sebesar Rp25 ribu.
Tidak hanya itu para pelaku usaha rumah tangga binaan PAG juga memproduksi kerupuk opak singkong sebanyak mencapai satu kuintal, di mana hasil produksi ini langsung dipasarkan di Kota Lhokseumawe, harga perkilogram mencapai Rp15 ribu.
Corporate Secretary PAG Ahmad Sujandhi mengatakan, situasi pandemi Covid seperti ini tidak menghentikan para pelaku usaha binaan PAG untuk tetap beraktifitas. Tentunya dengan tetap menggunakan protokol covid-19 yang berlaku sesuai dengan arahan Pemerintah.
Lihat Juga :