PLN Ingin Masuk Bisnis Migas, Menteri ESDM: Apa Urusannya?
Jum'at, 17 Maret 2023 - 19:23 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif membenarkan keinginan PLN masuk bisnis minyak dan gas bumi (migas). Namun pihaknya hingga kini belum menerima laporan langsung dari PLN.
Mantan duta besar Indonesia untuk Jepang ini justru bertanya apa urusan PLN kepincut masuk bsinis di industri migas. Pasalnya sudah ada BUMN yang mengurus soal migas, yakni Pertamina.
"Belum ada ke saya, apa urusannya?," jelasnya ketika ditemui di kantornya, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/3/2023).
Baca Juga: Tarzan Srimulat Curhat Didenda PLN Rp90 Juta, Ini Kronologinya
Dia justru mempertanyakan keseriusan PLN melakukan konversi pembangkit bahan bakar minyak (BBM) ke gas. Adapun program tersebut jelas bermanfaat besar untuk mengurangi subsidi.
"Yang kita tunggu nih justru konversi diesel ke gas itu yang harus bisa dipercepat karena bisa memberikan manfaat pengurangan subsidi cukup besar," tandas dia.
Baca Juga: Cetak Rekor, Pertamina Lakukan Pengeboran Terpanjang dan Tercepat di South Mahakam
Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu mengungkapkan keinginan PLN masuk bisnis migas. PLN diketahui ingin masuk ke sektor niaga gas melalui bisnis Liquefied Natural Gas (LNG) dan BBM melalui anak usaha PT PLN Energi Primer.
Mantan duta besar Indonesia untuk Jepang ini justru bertanya apa urusan PLN kepincut masuk bsinis di industri migas. Pasalnya sudah ada BUMN yang mengurus soal migas, yakni Pertamina.
"Belum ada ke saya, apa urusannya?," jelasnya ketika ditemui di kantornya, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/3/2023).
Baca Juga: Tarzan Srimulat Curhat Didenda PLN Rp90 Juta, Ini Kronologinya
Dia justru mempertanyakan keseriusan PLN melakukan konversi pembangkit bahan bakar minyak (BBM) ke gas. Adapun program tersebut jelas bermanfaat besar untuk mengurangi subsidi.
"Yang kita tunggu nih justru konversi diesel ke gas itu yang harus bisa dipercepat karena bisa memberikan manfaat pengurangan subsidi cukup besar," tandas dia.
Baca Juga: Cetak Rekor, Pertamina Lakukan Pengeboran Terpanjang dan Tercepat di South Mahakam
Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu mengungkapkan keinginan PLN masuk bisnis migas. PLN diketahui ingin masuk ke sektor niaga gas melalui bisnis Liquefied Natural Gas (LNG) dan BBM melalui anak usaha PT PLN Energi Primer.
(nng)
Lihat Juga :