Booming Impor China untuk Migas dan Batu Bara Rusia, Nilainya Sentuh Rp1,3 Kuadriliun
Rabu, 22 Maret 2023 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara tetangga timurnya yang haus energi dapat menikmati aliran bahan bakar fosil yang deras, ditambah sering dibeli dengan harga diskon menjadi keuntungan tersendiri.
Data impor selama periode tersebut menunjukkan bahwa Rusia merupakan pemasok utama minyak mentah China, menggantikan Arab Saudi. Mereka juga merupakan sumber batu bara terbesar kedua setelah Indonesia, dan No. 3 untuk gas alam cair setelah Australia dan Qatar. Peringkat terakhir tidak termasuk volume pipa gas melalui darat, yang dihentikan China pada awal tahun lalu.
Impor minyak mentah dari Rusia naik menjadi 89,3 juta ton sejak invasi Ukraina, naik dari 78,4 juta ton pada periode sebelumnya. Selain itu China juga menyedot 86,8 juta ton dari Arab Saudi. Pembelian LNG Rusia melonjak 52% menjadi 6,86 juta ton, sementara batu bara naik 33% menjadi 76,4 juta ton.
Ketergantungan China untuk komoditas Rusia datang dengan latar belakang penurunan permintaan Beijing pada tahun 2022, akibat kebijakan zero Covid, krisis pasar properti serta pertumbuhan melambat di seluruh dunia yang digabungkan berefak pada penutupan impornya.
Di antara material lain yang didatangkan China, impor aluminium olahan tercatat hampir dua kali lipat menjadi 538.607 ton untuk mendukung produksi Rusia usai sanksi internasional memotong perdagangan ke pembeli Eropa dan di tempat lain.
Data lain untuk impor China dari Rusia pada tahun ini hingga Februari (dibandingkan dengan periode sebelumnya):
Data impor selama periode tersebut menunjukkan bahwa Rusia merupakan pemasok utama minyak mentah China, menggantikan Arab Saudi. Mereka juga merupakan sumber batu bara terbesar kedua setelah Indonesia, dan No. 3 untuk gas alam cair setelah Australia dan Qatar. Peringkat terakhir tidak termasuk volume pipa gas melalui darat, yang dihentikan China pada awal tahun lalu.
Impor minyak mentah dari Rusia naik menjadi 89,3 juta ton sejak invasi Ukraina, naik dari 78,4 juta ton pada periode sebelumnya. Selain itu China juga menyedot 86,8 juta ton dari Arab Saudi. Pembelian LNG Rusia melonjak 52% menjadi 6,86 juta ton, sementara batu bara naik 33% menjadi 76,4 juta ton.
Ketergantungan China untuk komoditas Rusia datang dengan latar belakang penurunan permintaan Beijing pada tahun 2022, akibat kebijakan zero Covid, krisis pasar properti serta pertumbuhan melambat di seluruh dunia yang digabungkan berefak pada penutupan impornya.
Di antara material lain yang didatangkan China, impor aluminium olahan tercatat hampir dua kali lipat menjadi 538.607 ton untuk mendukung produksi Rusia usai sanksi internasional memotong perdagangan ke pembeli Eropa dan di tempat lain.
Data lain untuk impor China dari Rusia pada tahun ini hingga Februari (dibandingkan dengan periode sebelumnya):
Lihat Juga :