Daging Sapi Dijual Rp140 Ribu per Kg, Pedagang: Kasihan Kalau Mahal-mahal
Kamis, 23 Maret 2023 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi untung saya aja yang berkurang dari sebelumnya. Dari sananya udah Rp135 k. Jadi saya ambil untung Rp5 ribu aja. Soalnya kalau saya naikin pembelinya jadi makin berkurang. Walaupun dari sananya naiknya sedikit, saya jualnya normal aja. Nyari duit udah susah, jadi kasihan kalau dijual mahal-mahal," ungkapnya.
Lebih lanjut dia membeberkan, untuk jenis dagingnya pun tidak mengalami kenaikan. Seperti tetelan ia jual seharga Rp80 ribu per kg, lalu iga sapi Rp100 ribu per kg.
Kata Mira, dari semua jenis daging yang ia jual, yang paling banyak dibeli adalah jenis daging sapi super. Biasanya, konsumen yang membeli itu kalangan ibu rumah tangga. Namun tutur dia, puasa tahun ini jumlah pembeli mengalami penurunan dibandingkan puasa tahun lalu.
Adapun saat ini yang datang bisa dihitung jari. Belinya pun tidak dalam jumlah banyak.
"Hari pertama puasa, kurang yang beli daging, nggak kaya tahun kemarin. Jauh bangetlah. Dari 100 persen, bisa 70 persen saya berkurang pelanggannya. Kalau puasa, biasanya abis ashar, ada yang dateng tapi nggak banyak juga," beber Mira.
"Belinya juga paling cuma seperapat sampai sekilo doang. Yang beli kebanyakan ibu rumah tangga. Banyak juga yang nawar. Tapi maupun nawar, harganya tetap segitu," sambungnya.
Lebih lanjut dia membeberkan, untuk jenis dagingnya pun tidak mengalami kenaikan. Seperti tetelan ia jual seharga Rp80 ribu per kg, lalu iga sapi Rp100 ribu per kg.
Kata Mira, dari semua jenis daging yang ia jual, yang paling banyak dibeli adalah jenis daging sapi super. Biasanya, konsumen yang membeli itu kalangan ibu rumah tangga. Namun tutur dia, puasa tahun ini jumlah pembeli mengalami penurunan dibandingkan puasa tahun lalu.
Adapun saat ini yang datang bisa dihitung jari. Belinya pun tidak dalam jumlah banyak.
"Hari pertama puasa, kurang yang beli daging, nggak kaya tahun kemarin. Jauh bangetlah. Dari 100 persen, bisa 70 persen saya berkurang pelanggannya. Kalau puasa, biasanya abis ashar, ada yang dateng tapi nggak banyak juga," beber Mira.
"Belinya juga paling cuma seperapat sampai sekilo doang. Yang beli kebanyakan ibu rumah tangga. Banyak juga yang nawar. Tapi maupun nawar, harganya tetap segitu," sambungnya.
Lihat Juga :