Gara-gara Tindakan Keras Beijing, Populasi Orang Tajir di China Anjlok
Kamis, 23 Maret 2023 - 22:15 WIB
loading...
Posisi Jack Ma dalam daftar orang terkaya dunia terus menurun. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Lebih dari 400 orang kehilangan status miliarder mereka tahun lalu. Sebagian besar mereka yang harus melepaskan predikat tajirnya berasal dari China .
Baca juga: Miliarder Inggris Alfie Best JR Stop Pakai Emas usai Mualaf, Ingin Jadi Muslim yang Baik
Situasi itu terjadi karena pengetatan moneter global, gangguan pandemi Covid-19, dan tindakan keras Beijing terhadap perusahaan raksasa teknologi sehingga merugikan orang super-kaya di negara itu.
Dilansir dari Reuters, Kamis (23/3/2023), Hurun Global Rich List 2023 yang dipublikasikan oleh Hurun--lembaga riset media dan investasi yang bermarkas di Inggris--melaporkan bahwa China kehilangan 229 miliarder. Jumlah itu lebih dari setengah dari 445 orang yang hilang dari daftar yang memiliki kekayaan bersih minimum USD1 miliar.
Penurunan itu tak bisa ditutupi oleh masuknya kaum tajir baru dari Negeri Panda. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu memang menambahkan 69 miliarder baru ke dalam daftar selama periode tersebut.
Baca juga: Miliarder Inggris Alfie Best JR Stop Pakai Emas usai Mualaf, Ingin Jadi Muslim yang Baik
Situasi itu terjadi karena pengetatan moneter global, gangguan pandemi Covid-19, dan tindakan keras Beijing terhadap perusahaan raksasa teknologi sehingga merugikan orang super-kaya di negara itu.
Dilansir dari Reuters, Kamis (23/3/2023), Hurun Global Rich List 2023 yang dipublikasikan oleh Hurun--lembaga riset media dan investasi yang bermarkas di Inggris--melaporkan bahwa China kehilangan 229 miliarder. Jumlah itu lebih dari setengah dari 445 orang yang hilang dari daftar yang memiliki kekayaan bersih minimum USD1 miliar.
Penurunan itu tak bisa ditutupi oleh masuknya kaum tajir baru dari Negeri Panda. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu memang menambahkan 69 miliarder baru ke dalam daftar selama periode tersebut.
Lihat Juga :