Dahsyat! Larangan Amerika Ancam Pendapatan Iklan TikTok Raib Rp102 Triliun
Jum'at, 24 Maret 2023 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, TikTok juga meyakinkan para kliennya mengenai keamanan data platformnya. Mereka mengatakan akan memisahkan data pengguna masyarakat Amerika Serikat dan menyimpannya di negara tersebut melalui divisi terbaru, US Data Security (USDS) yang akan dipantau oleh perusahaan teknologi AS Oracle, sebuah upaya yang dijuluki Project Texas.
Ketiga, TikTok mengirimkan sebuah email kepada para klien untuk menjelaskan secara rinci bagaimana TikTok akan memblokir data pengguna AS dari Pemerintah China. Darren D'Altorio mengaku telah menerima email dengan judul, “Can the Chinese government request TikTok US user data?"
“Project Texas akan mencegah TikTok untuk memiliki akses yang tidak perlu pada data-data tersebut, termasuk tidak ada mekanisme persetujuan data AS akan dibagikan dengan Pemerintah Cina," tulis TikTok dalam email tersebut.
Selain itu, TikTok juga terus meluncurkan fitur terbaru yang memudahkan pengiklan untuk langsung mengubah video TikTok mereka menjadi iklan.
Baca juga: Resmi Jabat Pangdam Jaya, Mayjen Mohamad Hasan Dapat Pesan Khusus dari Jenderal Dudung
Ketiga, TikTok mengirimkan sebuah email kepada para klien untuk menjelaskan secara rinci bagaimana TikTok akan memblokir data pengguna AS dari Pemerintah China. Darren D'Altorio mengaku telah menerima email dengan judul, “Can the Chinese government request TikTok US user data?"
“Project Texas akan mencegah TikTok untuk memiliki akses yang tidak perlu pada data-data tersebut, termasuk tidak ada mekanisme persetujuan data AS akan dibagikan dengan Pemerintah Cina," tulis TikTok dalam email tersebut.
Selain itu, TikTok juga terus meluncurkan fitur terbaru yang memudahkan pengiklan untuk langsung mengubah video TikTok mereka menjadi iklan.
Baca juga: Resmi Jabat Pangdam Jaya, Mayjen Mohamad Hasan Dapat Pesan Khusus dari Jenderal Dudung
Lihat Juga :