Harga Beras dan Daging Naik, Pedagang Keluhkan Pembatasan dari Pemasok
Minggu, 26 Maret 2023 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
Hal serupa dialami penjual daging sapi di pasar yang sama. Menurut pedagang, kebijakan pembatasan memang selalu terjadi dalam hari besar keagamaan nasional (HBKN). Di mana, pemasok cenderung akan menyeleksi pedagang yang layak untuk menjual daging tersebut.
Menurut Aisyah, salah seorang pedagang daging sapi, pembatasan tersebut terjadi untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oleh pedagang pasar yang cenderung akan menaikan harga sangat tinggi atau memanipulasi jumlah daging yang dijual.
“Kami sudah dipercaya, jadi bos tidak beri pembatasan ke kami, kenaikan hanya Rp5.000. Biasanya banyak yang menaikan harga atau sengaja mainin timbangan, jadi harusnya dijual 1 kilogram, mereka cuma kasih 800 gram,” ungkapnya.
Guna mengantisipasi adanya kenaikan tersebut, pedagang terpaksa menaikan modal untuk menjual beras. Putra mengatakan, harga satu karung beras pandan wangi sudah tembus Rp1 juta, naik signifikan dari harga sebelumnya di kisaran Rp600.000-700.000. “Ya, terpaksa naik modal, mau gimana lagi?” tukasnya.
Baca juga: Pemerintah Beri Sinyal Buka Lagi Keran Impor Beras 500.000 Ton, Bulog: Kami Siap
Menurut Aisyah, salah seorang pedagang daging sapi, pembatasan tersebut terjadi untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oleh pedagang pasar yang cenderung akan menaikan harga sangat tinggi atau memanipulasi jumlah daging yang dijual.
“Kami sudah dipercaya, jadi bos tidak beri pembatasan ke kami, kenaikan hanya Rp5.000. Biasanya banyak yang menaikan harga atau sengaja mainin timbangan, jadi harusnya dijual 1 kilogram, mereka cuma kasih 800 gram,” ungkapnya.
Guna mengantisipasi adanya kenaikan tersebut, pedagang terpaksa menaikan modal untuk menjual beras. Putra mengatakan, harga satu karung beras pandan wangi sudah tembus Rp1 juta, naik signifikan dari harga sebelumnya di kisaran Rp600.000-700.000. “Ya, terpaksa naik modal, mau gimana lagi?” tukasnya.
Baca juga: Pemerintah Beri Sinyal Buka Lagi Keran Impor Beras 500.000 Ton, Bulog: Kami Siap
Lihat Juga :