Indonesia Butuh Rp4.002 Triliun untuk Bikin Udara Bersih

Kamis, 30 Maret 2023 - 11:27 WIB
loading...
Indonesia Butuh Rp4.002...
Indonesia butuh dana besar untuk menekan emisi karbon. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa Indonesia telah mengambil beberapa langkah untuk mendukung komitmen net-zero emission . Bahkan baru-baru ini, Indonesia telah mengirimkan enhanced national determined contribution (NDC) ke Sekretariat United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Baca juga: Beda Sri Mulyani dan Mahfud MD soal Transaksi Mencurigakan Pegawai Kemenkeu

"Pada awalnya, ditargetkan pengurangan emisi karbon hingga 29% dengan usaha kita sendiri, dan 41% dengan dukungan internasional dan global. Sekarang telah direvisi, pengurangan emisi karbon dari yang tadinya 29% menjadi 31,89% dengan usaha kita sendiri, kemudian pengurangan emisi dari yang tadinya 41% menjadi 43,2% dengan dukungan global," ujar Sri dalam Southeast Asia Development Symposium (SEADS) 2023: Imagining A Net-Zero ASEAN di Nusa Dua, Kamis (30/3/2023).

Enhanced NDC adalah transisi menuju NDC Indonesia yang diperbarui yang telah diutamakan ke strategi pertumbuhan rendah karbon dan ketahanan iklim jangka panjang.

"Ini bukan hanya satu dokumen terpisah. Komitmen kami sudah terintegrasi dengan strategi pertumbuhan rendah karbon dan ketahanan iklim jangka panjang pada tahun 2050. Ini adalah visi kami agar Indonesia mencapai net-zero emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat dari itu," tegas Sri.

Seperti yang dikatakan oleh Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa, untuk mencapai komitmen tersebut, pembiayaan sangatlah penting, karena tidak bisa hanya memiliki komitmen tanpa sumber daya yang cukup untuk mendukungnya.

"Menurut perkiraan, total pendanaan iklim yang diperlukan untuk mencapai NDC kita adalah Rp4.002 triliun atau USD281 miliar hingga tahun 2030," tambah Sri.

Jumlah ini diproyeksikan akan terpenuhi dengan adanya investasi publik dan swasta. APBN tak mampu sendirian membiayai anggaran sebanyak itu,

"Kumulatif belanja dari budget kita sendiri, APBN hingga 2021 adalah Rp313 triliun. Itu hanya 8% dari total kebutuhan investasi. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua untuk dapat merancang kerangka kebijakan dan peraturan yang tepat, serta iklim investasi sehingga kita dapat menarik lebih banyak partisipasi swasta baik domestik maupun global," jelas Sri.

Indonesia pun juga mengundang banyak dermawan untuk berpartisipasi dalam komitmen penting semacam ini. Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah insentif fiskal, serta inovasi pembiayaan untuk menjembatani kesenjangan dan menciptakan dana katalis untuk investasi dalam proyek hijau dan mengembangkan industri hijau.

Baca juga: Ilmuwan Yakin Kecanggihan Kecerdasan Buatan Akan Hancurkan Peradaban Manusia

"Insentif tersebut antara lain tax holiday, tax allowance, fasilitas PPN, bahkan pajak properti. Kami juga menemukan instrumen, seperti menerbitkan sukuk hijau dan obligasi SDG di tingkat global dan domestik. Obligasi SDG dan obligasi sukuk hijau kami diharapkan akan mengurangi 10,6 juta emisi CO2," pungkas Sri.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
Menuju Industri Hijau:...
Menuju Industri Hijau: PGN Rintis Ekosistem CCS demi Amonia Rendah Karbon
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
Resmikan Armada Bertenaga...
Resmikan Armada Bertenaga Listrik, JICT: Dorong Produktivitas dan Kurangi Emisi
Rekomendasi
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Polda Metro: Barang...
Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi
Berita Terkini
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved