Tumbuh 12 Persen Lebih, Jamsyar Raih Laba Rp189 Miliar
Jum'at, 31 Maret 2023 - 08:56 WIB
loading...
Jamsyar catatkan kenaikan laba bersih di 2022. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Performa PT Jamkrindo Syariah (JamSyar) terus naik dari tahun ke tahun. Capaian itu dapat dibuktikan dari laporan keuangan yang telah selesai diaudit secara transparan dan independen.
Baca juga: IOH Beberkan Laporan Keuangan Sepanjang 2022: Laba Naik 76,2 Persen
Berdasarkan laporan keuangan audited tahun 2022, laba bersih Jamsyar tumbuh 12,77% YoY dari Rp168,16 miliar menjadi Rp189,63 miliar. Sementara pendapatan kafalah bersih (penjaminan bersih) naik 10,74% YoY dari Rp264,54 miliar menjadi Rp292,96 miliar.
"Dari sisi total ekuitas JamSyar pada tahun 2022 juga mengalami peningkatan menjadi Rp1.145,82 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp977,04 miliar. Sedangkan dari total aset Jamsyar membukukan senilai Rp2,4 triliun," kata Direktur Utama Jamsyar Gatot Suprabowo kepada pers, Jumat (31/3/2023).
Gatot menambahkan, JamSyar juga memiliki cadangan teknis yang dihitung oleh konsultan aktuaria independen Padma Radya Aktuaria dan diaudit oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) berupa cadangan klaim dan imbal jasa kkafalah ditangguhkan yang mampu untuk menjawab tantangan di masa yang akan datang.
Baca juga: IOH Beberkan Laporan Keuangan Sepanjang 2022: Laba Naik 76,2 Persen
Berdasarkan laporan keuangan audited tahun 2022, laba bersih Jamsyar tumbuh 12,77% YoY dari Rp168,16 miliar menjadi Rp189,63 miliar. Sementara pendapatan kafalah bersih (penjaminan bersih) naik 10,74% YoY dari Rp264,54 miliar menjadi Rp292,96 miliar.
"Dari sisi total ekuitas JamSyar pada tahun 2022 juga mengalami peningkatan menjadi Rp1.145,82 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp977,04 miliar. Sedangkan dari total aset Jamsyar membukukan senilai Rp2,4 triliun," kata Direktur Utama Jamsyar Gatot Suprabowo kepada pers, Jumat (31/3/2023).
Gatot menambahkan, JamSyar juga memiliki cadangan teknis yang dihitung oleh konsultan aktuaria independen Padma Radya Aktuaria dan diaudit oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) berupa cadangan klaim dan imbal jasa kkafalah ditangguhkan yang mampu untuk menjawab tantangan di masa yang akan datang.
Lihat Juga :