Bertahan di Tengah Tantangan Berat Industri Semen pada Tahun 2022
Minggu, 02 April 2023 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
Disampaikan bahwa pertumbuhan tersebut dikontribusi dari kerja sama yang baik dengan distributor hingga pengambilan keputusan yang efektif demi menjangkau pasar yang lebih luas lagi di dalam negeri.
Dirinya membeberkan, terkait kinerja operasional pada tahun 2022 terjadi kenaikan biaya energi dan biaya pengangkutan yang tinggi. Hal ini mengakibatkan biaya penjualan dan Distribusi meningkat tajam pada 2022 dibanding sebelumnya.
Namun hal tersebut bisa teratasi atas keputusan tepat manajemen, yakni dengan mengamankan bahan baku dengan harga yang kompetitif, inovasi produk dan ditambah dengan sedikit kenaikan harga Semen .
Adapun marjin laba kotor mengalami peningkatan dari 25,65% menjadi 26,05%. Sementara laba operasional sedikit menurun dari Rp 1.117 miliar menjadi Rp 1.060 miliar.
"Sementara EBITDA sebesar Rp 1.827 miliar pada 2022 berada pada level yang sama dengan pada 2021," jelas Vince.
Dirinya membeberkan, terkait kinerja operasional pada tahun 2022 terjadi kenaikan biaya energi dan biaya pengangkutan yang tinggi. Hal ini mengakibatkan biaya penjualan dan Distribusi meningkat tajam pada 2022 dibanding sebelumnya.
Namun hal tersebut bisa teratasi atas keputusan tepat manajemen, yakni dengan mengamankan bahan baku dengan harga yang kompetitif, inovasi produk dan ditambah dengan sedikit kenaikan harga Semen .
Adapun marjin laba kotor mengalami peningkatan dari 25,65% menjadi 26,05%. Sementara laba operasional sedikit menurun dari Rp 1.117 miliar menjadi Rp 1.060 miliar.
"Sementara EBITDA sebesar Rp 1.827 miliar pada 2022 berada pada level yang sama dengan pada 2021," jelas Vince.
Lihat Juga :