Di Usia 11 Tahun, Kinerja Pupuk Indonesia Kian Subur: Laba Tembus Rp18,51 Triliun
Selasa, 04 April 2023 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
Dari penjualan tersebut, Bakir mengatakan bahwa Pupuk Indonesia berhasil mencatatkan laba bersih audited sebesar Rp18,51 triliun, naik dibanding tahun 2022 sebesar Rp5,13 triliun. Laba bersih berhasil didapat usai Pupuk Indonesia merealisasikan pendapatan sebesar Rp103,86 triliun atau 134,99% dari RKAP 2022 sebesar Rp76,94 triliun.
Pencapaian kinerja tahun 2022 tersebut tentunya didukung oleh sejumlah program strategis. Seperti program penjualan pupuk non-subsidi retail atau retail management yang berhasil menjual 547 ribu ton pupuk non-subsidi atau 105% dari target RKAP 2022.
Upaya untuk meningkatkan ketersediaan pupuk non-subsidi juga terus dilakukan melalui pengembangan kios komersial atau Toko Pe-i. Pada tahun 2022, Toko Pe-i telah berdiri sebanyak 350 kios di berbagai daerah. Perusahaan akan terus mengembangkannya hingga mencapai target 1.000 kios pada tahun 2023.
“Selain untuk meningkatkan cakupan area kios PI grup, program di atas juga bertujuan untuk meningkatkan akses petani terhadap pupuk non-subsidi atau komersial. Hal ini juga bertujuan untuk mengisi gap kebutuhan pupuk yang belum terakomodir dalam subsidi,” jelas Bakir.
Terkait penugasan pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi melalui digitalisasi. Pupuk Indonesia menerapkan Distribution Planning & Control System (DPCS) dan Track & Trace untuk memantau distribusi pupuk secara real time.
Di tingkat kios, Pupuk Indonesia juga melakukan uji coba aplikasi digital Retail Management System atau REKAN di Provinsi Bali dan Aceh. Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah proses penebusan pupuk bersubsidi oleh petani.
Sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, Pupuk Indonesia didorong untuk dapat Go Global dan menjadi pemain di tingkat dunia. Hal ini mengingat Pupuk Indonesia merupakan salah satu produsen amonia dan pupuk urea terbesar di dunia.
Pencapaian kinerja tahun 2022 tersebut tentunya didukung oleh sejumlah program strategis. Seperti program penjualan pupuk non-subsidi retail atau retail management yang berhasil menjual 547 ribu ton pupuk non-subsidi atau 105% dari target RKAP 2022.
Upaya untuk meningkatkan ketersediaan pupuk non-subsidi juga terus dilakukan melalui pengembangan kios komersial atau Toko Pe-i. Pada tahun 2022, Toko Pe-i telah berdiri sebanyak 350 kios di berbagai daerah. Perusahaan akan terus mengembangkannya hingga mencapai target 1.000 kios pada tahun 2023.
“Selain untuk meningkatkan cakupan area kios PI grup, program di atas juga bertujuan untuk meningkatkan akses petani terhadap pupuk non-subsidi atau komersial. Hal ini juga bertujuan untuk mengisi gap kebutuhan pupuk yang belum terakomodir dalam subsidi,” jelas Bakir.
Terkait penugasan pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi melalui digitalisasi. Pupuk Indonesia menerapkan Distribution Planning & Control System (DPCS) dan Track & Trace untuk memantau distribusi pupuk secara real time.
Di tingkat kios, Pupuk Indonesia juga melakukan uji coba aplikasi digital Retail Management System atau REKAN di Provinsi Bali dan Aceh. Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah proses penebusan pupuk bersubsidi oleh petani.
Sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir, Pupuk Indonesia didorong untuk dapat Go Global dan menjadi pemain di tingkat dunia. Hal ini mengingat Pupuk Indonesia merupakan salah satu produsen amonia dan pupuk urea terbesar di dunia.
Lihat Juga :