Larangan Melintas Saat Lebaran Terlalu Lama, Pengusaha Truk Tak Terima
Rabu, 05 April 2023 - 21:40 WIB
loading...
Pengusaha truk keberatan jika larangan melintas saat Lebaran terlalu lama. Foto/Inews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( Aptrindo ) Gemilang Tarigan mengungkapkan keberatannya atas pelarangan beroperasi truk sumbu 3 pada saat momen Lebaran nanti. Menurutnya, waktu pelarangan terlalu lama dan jelas akan merugikan, baik bagi para sopir truk maupun pelaku usaha.
Baca juga: Angkutan Truk Sumbu Tiga Dibatasi saat Lebaran, Sopir Curhat Begini
Protes Aptrindo ini memperkuat berbagai suara yang menyesalkan perubahan kebijakan dispensasi truk 3 sumbu untuk tetap beroperasi di musim mudik. Selain Aptrindo, Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menyampaikan keberatan yang sama. Sementara itu masyarakat dan pedagang kecil takut pelarangan ini bisa menimbulkan banyak masalah, termasuk kelangkaan barang seperti air kemasan galon dan kenaikan harga akibat ulah spekulan di tengah sedikitnya pasokan.
“Yang masalah dari peraturan mudik Lebaran terkait truk logistik adalah lamanya waktu pelarangan terhadap beroperasinya truk sumbu 3,” kata Gemilang, dalam keterangannya dikutip Rabu (5/4/2023).
Menurutnya, dalam membuat aturan tersebut pemerintah juga patut memperhatikan dampaknya terhadap para stakeholder lain, salah satunya sopir truk dan keberlangsungan industri. “Para sopir-sopir truk khususnya yang membawa truk sumbu 3 itu kan juga butuh penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga mereka. Kalau waktunya terlalu lama, artinya mereka akan berhenti bekerja selama itu dan penghasilan mereka akan hilang,”ujarnya.
Dia mengatakan kalaupun mau dilarang beroperasi, maksimum itu sebaiknya hanya 4 hari saja. “Kalau empat hari mungkin enggak apa-apa. Tapi kalau sampai 8 hari seperti yang akan diterapkan nanti waktu Lebaran, ya menurut saya itu patut dikaji kembali,” tukasnya.
Baca juga: Angkutan Truk Sumbu Tiga Dibatasi saat Lebaran, Sopir Curhat Begini
Protes Aptrindo ini memperkuat berbagai suara yang menyesalkan perubahan kebijakan dispensasi truk 3 sumbu untuk tetap beroperasi di musim mudik. Selain Aptrindo, Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menyampaikan keberatan yang sama. Sementara itu masyarakat dan pedagang kecil takut pelarangan ini bisa menimbulkan banyak masalah, termasuk kelangkaan barang seperti air kemasan galon dan kenaikan harga akibat ulah spekulan di tengah sedikitnya pasokan.
“Yang masalah dari peraturan mudik Lebaran terkait truk logistik adalah lamanya waktu pelarangan terhadap beroperasinya truk sumbu 3,” kata Gemilang, dalam keterangannya dikutip Rabu (5/4/2023).
Menurutnya, dalam membuat aturan tersebut pemerintah juga patut memperhatikan dampaknya terhadap para stakeholder lain, salah satunya sopir truk dan keberlangsungan industri. “Para sopir-sopir truk khususnya yang membawa truk sumbu 3 itu kan juga butuh penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga mereka. Kalau waktunya terlalu lama, artinya mereka akan berhenti bekerja selama itu dan penghasilan mereka akan hilang,”ujarnya.
Dia mengatakan kalaupun mau dilarang beroperasi, maksimum itu sebaiknya hanya 4 hari saja. “Kalau empat hari mungkin enggak apa-apa. Tapi kalau sampai 8 hari seperti yang akan diterapkan nanti waktu Lebaran, ya menurut saya itu patut dikaji kembali,” tukasnya.
Lihat Juga :