Berbekal Sederet Aturan, Bapanas Pede Bisa Jaga Pasokan dan Harga Pangan
Kamis, 13 April 2023 - 10:38 WIB
loading...
Bapanas terus berupaya menjaga pasokan dan harga pangan. Foto/EkoPurwanto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Stabilisasi pasokan dan harga pangan terus diupayakan pemerintah dalam rangka menahan lonjakan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Badan Pangan Nasional ( Bapanas ) melakukan sejumlah langkah untuk memastikan stabilitas pangan tetap terjaga terutama menjelang Lebaran.
Baca juga: Harga Pangan Melonjak Jelang Lebaran, Wapres: Itu Penyakit Tahunan
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penguatan stok pangan nasional melalui Perpres 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), kemudian turunannya berupa Perbadan 15/2022. Dan yang terakhir ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 153/2022 mengenai Penjaminan Perbankan.
Menurutnya, jika ini berjalan lancar, pihaknya optimistis CPP untuk 12 komoditas yang menjadi kewenangan Bapanas dapat menopang ketahanan pangan. Penguatan CPP sangat mendesak dilakukan mengingat dinamika distribusi pangan berdampak pada fluktuasi harga.
"Dengan ditetapkannya berbagai regulasi di atas, kita bersama BUMN pangan sedang berprogres dalam penguatan CPP dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Stok level masing-masing komoditas ditargetkan bisa 5-10% dari kebutuhan atau market share nasional untuk dapat meng-intervensi harga pasar," ujar Arief di Jakarta, Kamis (13/4/2023).
Dia mengungkapkan, membangun CPP untuk 12 komoditas pangan strategis membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, pola integrasi BUMN pangan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pangan hulu hilir.
"Exit strategy-nya dengan dana murah dari perbankan yang sudah disetujui oleh Menkeu melalui PMK, sehingga akan segera kita implementasikan. BUMN pangan berfungsi sebagai offtaker hasil petani, peternak, dan nelayan," kata Arief.
Baca juga: Harga Pangan Melonjak Jelang Lebaran, Wapres: Itu Penyakit Tahunan
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penguatan stok pangan nasional melalui Perpres 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), kemudian turunannya berupa Perbadan 15/2022. Dan yang terakhir ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 153/2022 mengenai Penjaminan Perbankan.
Menurutnya, jika ini berjalan lancar, pihaknya optimistis CPP untuk 12 komoditas yang menjadi kewenangan Bapanas dapat menopang ketahanan pangan. Penguatan CPP sangat mendesak dilakukan mengingat dinamika distribusi pangan berdampak pada fluktuasi harga.
"Dengan ditetapkannya berbagai regulasi di atas, kita bersama BUMN pangan sedang berprogres dalam penguatan CPP dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Stok level masing-masing komoditas ditargetkan bisa 5-10% dari kebutuhan atau market share nasional untuk dapat meng-intervensi harga pasar," ujar Arief di Jakarta, Kamis (13/4/2023).
Dia mengungkapkan, membangun CPP untuk 12 komoditas pangan strategis membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, pola integrasi BUMN pangan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pangan hulu hilir.
"Exit strategy-nya dengan dana murah dari perbankan yang sudah disetujui oleh Menkeu melalui PMK, sehingga akan segera kita implementasikan. BUMN pangan berfungsi sebagai offtaker hasil petani, peternak, dan nelayan," kata Arief.
Lihat Juga :