Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:31 WIB
loading...
Bahan Pangan Masih Impor,...
Pemenuhan bahan baku pangan yang saat ini sebagian masih didatangkan dari luar atau impor akan terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) yang saat ini tengah terjadi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pengamat pertanian dan pangan, Khudori menilai pemenuhan bahan baku pangan yang saat ini sebagian masih didatangkan dari luar atau impor akan terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang saat ini tengah terjadi. Ia menerangkan, sejumlah komoditas pangan saat ini masih didatangkan dari impor.

Khudori mencontohkan, misalnya gandum sebagai bahan baku mie instan, roti, tepung terigu dan lain sebagainya, masih 100% impor, gula industri masih impor sekitar 3-3,5 juta ton per tahun.

Selain itu kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe yang dijual di pasar, lebih dari 80% impor. Bawang putih sebagai bumbu dapur yang umum digunakan seluruh dapur, 98% masih impor. Kemudian daging sapi hampir setengah kebutuhan nasional impor, susu sekitar 80 persen. Garam industri juga sepenuhnya masih impor.

Baca Juga: Indonesia Impor Pangan hanya 5% dari 11 Komoditas

Menurutnya pelemahan nilai tukar menjadi shock tambahan bagi nasib harga jual produk akhir pangan, baik untuk masyarakat di kota maupun di desa. Konflik yang terjadi di timur tengah saat ini membuat importir harus mengeluarkan uang lebih besar untuk mendatangkan barang ke Indonesia maupun.



Sebab menurut Khudori konflik di Timur Tengah yang saat ini masih berlangsung menjadi shock pertama bagi harga pangan . Memberikan dampak terhadap biaya transportasi laut, premis asuransi pengiriman, hingga adanya tambahan biaya untuk ongkos logistik impor.

Sementara di satu sisi, importir perlu menukarkan dolar untuk membeli dan mendatangkan komoditas dari luar. Ketika harga dollar sedang menguat, maka perlu lebih banyak rupiah yang ditukarkan sebelum membeli komoditas tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FAO Ingatkan Risiko...
FAO Ingatkan Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Siap Ambil Peran Pemasok Pangan Dunia
Dukung Arah Ekonomi...
Dukung Arah Ekonomi Prabowo, Elemen Masyarakat Minta Distribusi Pangan Diperbaiki
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
IISM dan Indonesia Cold...
IISM dan Indonesia Cold Chain Expo 2026 Dorong Efisiensi Rantai Pasok Pangan
Indonesia Impor Pangan...
Indonesia Impor Pangan hanya 5% dari 11 Komoditas
Penuhi Kebutuhan Industri...
Penuhi Kebutuhan Industri Pangan, Alvalab Hadirkan Layanan Uji Berbasis Teknologi Tinggi
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Rekomendasi
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Tergantung dari Impor,...
Tergantung dari Impor, Harga 4 Bahan Pangan Ini Bakal Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved