Hadapi MEA, Pasar Tenaga Kerja Paling Mengkhawatirkan

Jum'at, 01 Januari 2016 - 06:07 WIB
Hadapi MEA, Pasar Tenaga...
Hadapi MEA, Pasar Tenaga Kerja Paling Mengkhawatirkan
A A A
YOGYAKARTA - Pasar tenaga kerja menjadi sektor paling mengkhawatirkan menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Banyak pihak yang meyakini tenaga kerja asing, utamanya dari Malaysia dan Singapura akan menyerbu Indonesia.

"Banyak dari para tenaga kerja asing itu, utamanya Malaysia yang lulusan perguruan tinggi ternama di Indonesia. Karena persaingan lebih terbuka tentu tidak bisa ditolak. Diperkirakan mereka bahkan akan menempati jabatan manajerial ke atas. Jadi satu-satunya jalan ialah meningkatkan daya saing kita," ujar Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Sri Susilo, Kamis (31/12/2015).

Peningkatan daya saing dikatakan Susilo harus dilakukan sektor usaha. Untuk DIY sendiri sebagian pelaku usaha sudah siap bersaing, utamanya mereka yang selama ini telah melayani pasar dunia melalui impor.
Namun, masih ada juga pelaku usaha yang tidak siap bahkan cenderung tidak peduli dengan MEA. Misalnya, pelaku usaha yang memiliki produk segmented atau tidak memiliki pesaing, seperti perajin keris.

"Sejak disepakati diberlakukannya pasar bebas ASEAN 10 tahun lalu, pelaku usaha yang melakukan pasar impor sudah terbiasa bersaing, jadi mereka rata-rata sudah siap. Kini tinggal bagaimana agar produk lainnya yang belum siap bisa meningkatkan daya saing mereka agar tidak kalah. Karena perlu diketahui, banyak juga produk asli Indonesia yang menang bersaing saat produk-produk China membanjiri Indonesia," papar Sri.

Mengenai upaya pemerintah untuk membantu pelaku usaha, Susilo menyarankan adanya fasilitasi yang disediakan pemerintah bagi pelaku usaha. Dia berharap pemerintah memberlakukan prioritas berdasarkan produktivitas, efisien dan potensi daya saing.

"Tapi sebenarnya ini juga tidak hanya tugas pemerintah, meski mereka harus tetap jadi leading-nya. Peran serta perguruan tinggi yang memiliki banyak SDM kompeten ditambah dana CSR pihak swasta, tentu lebih mudah membantu pelaku usaha potensial untuk meningkatkan daya saing mereka," jelasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Sinergi Perkuat Aspek...
Sinergi Perkuat Aspek Safety, Elnusa Petrofin dan KNKT Gelar Program Mitigasi Risiko dan Rekomendasi Keselamatan Transportasi BBM
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Imbas Nyata Investasi...
Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Berita Terkini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
1 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
1 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
3 jam yang lalu
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
12 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
13 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
14 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved