Integrasi Infrastruktur Subholding Gas Pertamina di ORF Tambak Lorok, Berikan Jaminan Perluasan Manfaat Gas Bumi di Jateng
Selasa, 18 April 2023 - 12:39 WIB
loading...
Subholding Gas Pertamina mengoptimasi infrastruktur terintegrasi agar pemanfaatan gas bumi di Jawa Tengah (Jateng) semakin luas.
A
A
A
SEMARANG - Subholding Gas Pertamina mengoptimasi infrastruktur terintegrasi agar pemanfaatan gas bumi di Jawa Tengah (Jateng) semakin luas. Melalui Onshore Receiving Facility (ORF) KJG Tambak Lorok ruas pipa Kalimantan Jawa Gas (KJG) sudah terintegrasi Pipa Gresik-Semarang (Gresem) untuk memaksimalkan pasokan gas dari Lapangan Kepodang dan PEPC Jambaran Tiung Biru (JTB).
“Alhamdulillah, infrastruktur gas di KJG dijaga dengan baik secara safety. Di satu sisi, dari Lapangan Kepodang juga mampu memberikan pasokan gas yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Secara infrastruktur, integrasi infrastruktur bisa mendapatkan tambahan alokasi pelanggan tidak hanya untuk PLTGU Tambak Lorok,” ujar Fadjar Harianto Widodo selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PGN di ORF KJG Tambak Lorok, (17/4/2023).
Fadjar melanjutkan, dengan integrasi infrastruktur dapat memberikan layanan gas bumi yang lebih proper. Pelanggan di Jawa Tengah bisa mendapatkan gas dari JTB melalui Pipa Gresem, sehingga menjadi support dan alternatif pasokan yang mulanya single source. Saat ini, sumber pasokan dari JTB yang dapat dimanfaatkan kurang lebih 70 MMSCFD.
Di ORF Tambak Lorok telah dibangun Jumperline yang menjadikan gas bumi dari Lapangan Kepodang dan Gresik – Semarang (Gresem) lebih fleksibel untuk berbagai konsumen. Tidak hanya untuk sektor kelistrikan dalam hal ini Indonesia Power Semarang PGU, tetapi juga untuk sektor non kelistrikan seperti industri, komersial, dan rumah tangga.
![Integrasi Infrastruktur Subholding Gas Pertamina di ORF Tambak Lorok, Berikan Jaminan Perluasan Manfaat Gas Bumi di Jateng]()
“Rata-rata market saat ini di daerah Demak saat ini ada enam industry dengan kebutuhan gas hampir 2.5 BBTUD. Saat ini kami sedang mengembangkan market ke Mangkang,” jelas Fadjar.
Beberapa market yang mendapatkan pasokan gas dari Kepodang dan JTB antara lain SPBG Kaligawe dengan kebutuhan 1 BBTUD, Aroma Kopi sekitar 2,5 BBTUD, Kawasan Industri Tambak Aji, Mother Station CNG kurang lebih 3,5 BBTUD, Mangkang, Batang, dan Kawasan Industri Kendal.
“Alhamdulillah, infrastruktur gas di KJG dijaga dengan baik secara safety. Di satu sisi, dari Lapangan Kepodang juga mampu memberikan pasokan gas yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Secara infrastruktur, integrasi infrastruktur bisa mendapatkan tambahan alokasi pelanggan tidak hanya untuk PLTGU Tambak Lorok,” ujar Fadjar Harianto Widodo selaku Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PGN di ORF KJG Tambak Lorok, (17/4/2023).
Fadjar melanjutkan, dengan integrasi infrastruktur dapat memberikan layanan gas bumi yang lebih proper. Pelanggan di Jawa Tengah bisa mendapatkan gas dari JTB melalui Pipa Gresem, sehingga menjadi support dan alternatif pasokan yang mulanya single source. Saat ini, sumber pasokan dari JTB yang dapat dimanfaatkan kurang lebih 70 MMSCFD.
Di ORF Tambak Lorok telah dibangun Jumperline yang menjadikan gas bumi dari Lapangan Kepodang dan Gresik – Semarang (Gresem) lebih fleksibel untuk berbagai konsumen. Tidak hanya untuk sektor kelistrikan dalam hal ini Indonesia Power Semarang PGU, tetapi juga untuk sektor non kelistrikan seperti industri, komersial, dan rumah tangga.

“Rata-rata market saat ini di daerah Demak saat ini ada enam industry dengan kebutuhan gas hampir 2.5 BBTUD. Saat ini kami sedang mengembangkan market ke Mangkang,” jelas Fadjar.
Beberapa market yang mendapatkan pasokan gas dari Kepodang dan JTB antara lain SPBG Kaligawe dengan kebutuhan 1 BBTUD, Aroma Kopi sekitar 2,5 BBTUD, Kawasan Industri Tambak Aji, Mother Station CNG kurang lebih 3,5 BBTUD, Mangkang, Batang, dan Kawasan Industri Kendal.
Lihat Juga :