Gara-gara Pencemaran Nama Baik, Rupert Murdoch Kehilangan Rp11,8 Triliun

Rabu, 19 April 2023 - 19:19 WIB
loading...
Gara-gara Pencemaran...
Rupert Murdoch, pemilik jaringan TV Fox News, harus membayar Rp11,8 triliun kepada Dominion. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gara-gara perkara pencemaran nama baik , Fox News harus rela merogoh kocek sebesar USD787,5 juta atau setara Rp11,8 triliun (kurs Rp15.000) kepada Dominion Voting System, perusahaan mesin pemungutan suara. Jaringan televisi milik Rupert Murdoch itu telah menyelesaikan gugatan pencemaran nama baik dari Dominion atas pelaporannya tentang pemilihan presiden 2020.

Baca juga: Sudah Umur 92 Tahun, Bos Media Rupert Murdoch Akan Nikah untuk Kelima Kalinya

Dalam penyelesaian menit terakhir sebelum persidangan, Fox News setuju untuk membayar USD787,5 juta atau sekitar setengah dari tuntutan awal yang diminta Dominion, yaitu USD1,6 miliar. Dominion menyatakan bahwa bisnisnya dirugikan oleh Fox yang menyebarkan klaim palsu bahwa pemungutan suara telah mencurangi Donald Trump. Saat itu Donald disisihkan oleh Joe Biden.

Dengan kesepakatan itu para eksekutif Fox, seperti Rupert Murdoch tidak perlu bersaksi di persidangan. Hakim dalam perkara itu tidak wajib memberikan persetujuannya atas perjanjian tersebut .

Dilansir dari BBC, Rabu (19/4/2023), Fox mengeaskan bahwa penyelesaian kesepakatan di salah satu persidangan pencemaran nama baik yang paling dinantikan dalam sejarah AS baru-baru ini, mencerminkan "komitmennya terhadap standar jurnalistik tertinggi". Pernyataan Fox menambahkan tanpa merinci bahwa jaringan tersebut "mengakui keputusan pengadilan yang menemukan klaim tertentu tentang Dominion adalah salah".

Saat konferensi pers, Kepala eksekutif Dominion John Poulos mengatakan bahwa kesepakatan itu, termasuk Fox mengaku berbohong, menyebabkan kerusakan besar pada perusahaannya. Justin Nelson, seorang pengacara Dominion, mengatakan kepada wartawan bahwa kebenaran itu penting.

"Kebohongan memiliki konsekuensi," tambahnya. "Lebih dari dua tahun yang lalu semburan kebohongan menyapu Dominion dan pejabat pemilu di seluruh Amerika ke dalam dunia alternatif teori konspirasi, menyebabkan kerugian besar bagi Dominion dan negara," kata Justin.

Justin menambahkan bahwa untuk "demokrasi bertahan", orang Amerika harus "berbagi komitmen terhadap fakta".

Gugatan Dominion menyatakan bahwa jaringan Fox telah menodai reputasi perusahaan pemungutan suara elektronik dengan menyiarkan kebohongan tentang pencurian suara tahun 2020 dari mantan Presiden Trump.

Dominion termasuk perusahaan tabulasi perhitungan suara yang cukup dipercaya sampai Donald Trump menuding kekalahannya dari Biden dalam pilpres 2020 disebabkan jutaan suara yang diperolehnya dihilangkan dari mesin penghitung,. Dia juga menuding Dominion berbuat curang guna memenangkan Biden.

Sementara itu, pengacara Fox telah berulang kali menolak ganti rugi USD1,6 miliar yang diminta oleh Dominion yang berbasis di Colorado, yang menurutnya angka tersebut sebagai peningkatan besar-besaran.

Baca juga: Mudik Naik Motor, Dokter Ingatkan Istirahat Tiap 4 Jam

"Biaya sebenarnya" dari kasus ini, menurut Fox, adalah hak kebebasan berbicara dan pers yang "dihargai" yang diabadikan dalam Amandemen Pertama Konstitusi AS.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Pengacara GAMKI Tegaskan...
Pengacara GAMKI Tegaskan Laporan Terhadap JK Bukan Berniat Menghukum
ABP: Pernyataan Amien...
ABP: Pernyataan Amien Rais Fitnah Keji dan Menyesatkan
Rismon Sianipar Minta...
Rismon Sianipar Minta Polisi Buru Pembuat Video AI Terkait Tudingan ke Jusuf Kalla
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved