Hannover Messe 2023 Buka Peluang Perusahaan Indonesia Cari Mitra Jerman
Kamis, 20 April 2023 - 22:30 WIB
loading...
Kemenperin mendorong perusahaan Indonesia mencari mitra di ajang Hannover Messe 2023. Foto/Kemenperin
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian memfasilitasi sejumlah pelaku industri untuk ikut berpartisipasi pada pameran tingkat internasional, Hannover Messe 2023 . Upaya ini selain untuk memperkenalkan keunggulan teknologi, juga membuka peluang kerja sama antara perusahaan Indonesia dan J.erman
Baca juga: Oleh-oleh Hannover Messe 2023, RI Bidik Komitmen Kerja Sama Rp29,7 Triliun
Salah satu contoh kerja sama yang terjadi adalah joint venture antara industri lokal PT Yogya Presisi Teknikatama dengan perusahaan Jerman Toolcraft AG. Kedua perusahaan akan bekerja sama mengembangkan teknologi Metal Additive Manufacturing untuk memenuhi kebutuhan sektor industri lainnya.
“Diharapkan, melalui kolaborasi ini, industri dalam negeri semakin produktif dan kompetitif,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier dalam keterangan tertulis, Kamis (20/4/2023).
Teknologi Metal Additive Manufacturing itu meliputi proses Laser Metal Deposition (LMD) dan proses Laser Metal Fusion (LMF). Teknologi ini juga semakin banyak digunakan untuk menunjang industri pembuatan komponen mekanik yang kompleks dan presisi, seperti pada industri otomotif, pesawat, mold and die, serta pembuatan mesin dan alat kesehatan.
Baca juga: Oleh-oleh Hannover Messe 2023, RI Bidik Komitmen Kerja Sama Rp29,7 Triliun
Salah satu contoh kerja sama yang terjadi adalah joint venture antara industri lokal PT Yogya Presisi Teknikatama dengan perusahaan Jerman Toolcraft AG. Kedua perusahaan akan bekerja sama mengembangkan teknologi Metal Additive Manufacturing untuk memenuhi kebutuhan sektor industri lainnya.
“Diharapkan, melalui kolaborasi ini, industri dalam negeri semakin produktif dan kompetitif,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier dalam keterangan tertulis, Kamis (20/4/2023).
Teknologi Metal Additive Manufacturing itu meliputi proses Laser Metal Deposition (LMD) dan proses Laser Metal Fusion (LMF). Teknologi ini juga semakin banyak digunakan untuk menunjang industri pembuatan komponen mekanik yang kompleks dan presisi, seperti pada industri otomotif, pesawat, mold and die, serta pembuatan mesin dan alat kesehatan.
Lihat Juga :