Halo Pak Jokowi, Realisasi Belanja Pemerintah Masih Lelet Lho
Selasa, 21 Juli 2020 - 13:08 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, penurunan belanja modal pemerintah, misalnya, akan berdampak pada turunnya pertumbuhan Pembentukan Modal Bruto (PMTB) yang menjadi komponen utama PDB setelah konsumsi swasta. Padahal, di tengah pelemahan ekonomi yang melumpuhkan berbagai sendi ekonomi, kebijakan fiskal menjadi kunci utama dalam mengatasi Covid-19 dan mempercepat recovery ekonomi.
Penyerapan anggaran rendah, termasuk sektor kesehatan dan bansos bermasalah, sistem belanja APBN tidak berubah meskipun situasi tidak normal. Hal ini terlihat pada penyerapan anggaran belanja Kementerian dan Lembaga yang pada bulan Mei tumbuh -6,1% (yoy). "Karena itu, implementasi kebijakan pemulihan ekonomi nasional perlu lebih fokus dengan eksekusi yang lebih cepat. Mengingat kasus Covid-19 masih menunjukkan tren peningkatan maka kebijakan penanganan kesehatan perlu menjadi fokus utama kebijakan fiskal pemerintah," jelasnya.
Baca Juga: Ekonomi Global Meredup, Jokowi Dorong Percepatan Belanja Pemerintah
Selain itu, pemerintah perlu membenahi alokasi belanja perlindungan sosial, diantaranya memperbaiki mekanisme penyalurannya dan data penerimanya. Sebagai informasi, per Juni 2020, dari total anggaran bansos yang mencapai Rp203,90, realisasinya baru 28,6%. Rendahnya serapan tersebut terutama terjadi pada Program Kartu Pra Kerja dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa. Kebijakan burden sharing antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dalam mengatasi masalah pembiayaan APBN tahun ini patut diapresiasi. "Kendati demikian, evaluasimengenai sumber pembiayaan utang pemerintah juga perlu dilakukan" katanya.
Penyerapan anggaran rendah, termasuk sektor kesehatan dan bansos bermasalah, sistem belanja APBN tidak berubah meskipun situasi tidak normal. Hal ini terlihat pada penyerapan anggaran belanja Kementerian dan Lembaga yang pada bulan Mei tumbuh -6,1% (yoy). "Karena itu, implementasi kebijakan pemulihan ekonomi nasional perlu lebih fokus dengan eksekusi yang lebih cepat. Mengingat kasus Covid-19 masih menunjukkan tren peningkatan maka kebijakan penanganan kesehatan perlu menjadi fokus utama kebijakan fiskal pemerintah," jelasnya.
Baca Juga: Ekonomi Global Meredup, Jokowi Dorong Percepatan Belanja Pemerintah
Selain itu, pemerintah perlu membenahi alokasi belanja perlindungan sosial, diantaranya memperbaiki mekanisme penyalurannya dan data penerimanya. Sebagai informasi, per Juni 2020, dari total anggaran bansos yang mencapai Rp203,90, realisasinya baru 28,6%. Rendahnya serapan tersebut terutama terjadi pada Program Kartu Pra Kerja dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa. Kebijakan burden sharing antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dalam mengatasi masalah pembiayaan APBN tahun ini patut diapresiasi. "Kendati demikian, evaluasimengenai sumber pembiayaan utang pemerintah juga perlu dilakukan" katanya.
(nng)
Lihat Juga :