Halo Pak Jokowi, Realisasi Belanja Pemerintah Masih Lelet Lho
Selasa, 21 Juli 2020 - 13:08 WIB
loading...
Realisasi belanja masih rendah untuk menyelamatkan ekonomi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi global dan domestik yang mengalami kontraksi juga berdampak pada kinerja pengelolaan fiskal. Penerimaan negara tumbuh negatif akibat turunnya penerimaan perpajakan, khususnya dari sektor industri manufaktur dan perdagangan.
Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susmanto mengatakan, penurunan kegiatan di sektor pertambangan juga membuat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh -13,6% dibandingkan tahun lalu. Pada saat yang sama, hingga bulan Mei, Belanja Negara turun sebesar -1,4% akibat penghematan belanja dan re-alokasi anggaran untuk belanja penanggulangan covid-19. Hingga akhir tahun, penerimaan negara diperkirakan mengalami kontraksi hingga 10% dan belanja negara mencapai 18%.
"Belanja Pemerintah Pusat hanya didorong pertumbuhan belanja bantuan sosial. Re-alokasi anggaran juga berdampak pada turunnya anggaran transfer ke daerah," kata Akbar saat diskusi online CORE Midyear Review 2020 di Jakarta Selasa (21/7/2020).
Baca Juga: Realisasi Belanja Negara Bulan April Baru Mencapai Rp624 Triliun
Kondisi ini berdampak pada turunnya pertumbuhan ekonomi daerah, terutama daerah-daerah yang kapasitas fiskal daerahnya bergantung pada anggaran transfer ke daerah dari pemerintah pusat. Penurunan belanja tersebut akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.
Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susmanto mengatakan, penurunan kegiatan di sektor pertambangan juga membuat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh -13,6% dibandingkan tahun lalu. Pada saat yang sama, hingga bulan Mei, Belanja Negara turun sebesar -1,4% akibat penghematan belanja dan re-alokasi anggaran untuk belanja penanggulangan covid-19. Hingga akhir tahun, penerimaan negara diperkirakan mengalami kontraksi hingga 10% dan belanja negara mencapai 18%.
"Belanja Pemerintah Pusat hanya didorong pertumbuhan belanja bantuan sosial. Re-alokasi anggaran juga berdampak pada turunnya anggaran transfer ke daerah," kata Akbar saat diskusi online CORE Midyear Review 2020 di Jakarta Selasa (21/7/2020).
Baca Juga: Realisasi Belanja Negara Bulan April Baru Mencapai Rp624 Triliun
Kondisi ini berdampak pada turunnya pertumbuhan ekonomi daerah, terutama daerah-daerah yang kapasitas fiskal daerahnya bergantung pada anggaran transfer ke daerah dari pemerintah pusat. Penurunan belanja tersebut akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.
Lihat Juga :