Persentase Pertumbuhan Kian Menyusut, Jumlah Penduduk Dunia Terancam Berkurang

Selasa, 25 April 2023 - 10:55 WIB
loading...
Persentase Pertumbuhan...
Penduduk dunia diperkirakan akan berkurang. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB ), seperti dikutip dari Spectator Index, memprediksi jumlah penduduk dunia pada tahun 2040 akan mencapai 9,2 miliar jiwa. Jumlah itu naik hampir 18% jika dibanding jumlah penduduk bumi tahun 2020 yang sebanyak 7,8 miliar jiwa.

Baca juga: Sichuan China Hapus Batas Maksimal 3 Anak Gara-gara Ini

Meski jumlah penduduk dunia bertambah, namun pertumbuhannya mengalami penyusutan per dua dekade. Pada periode 1960-1980, persentase pertambahan penduduk dunia mencapai 46,6%, dari 3 miliar menjadi 4,4 miliar.

Selanjutnya pada periode 1980-2000, penduduk dunia bertambah menjadi 6,1 miliar atau tumbuh 38%. Sedangkan pada periode 2000-2020, persentase pertumbuhan penduduk dunia mencapai 27% menjadi 7,8 miliar jiwa.

Dari data-data itu, tampak ada penyusutan persentase pertumbuhan penduduk dunia. Jika penurunan persentase itu terus berulang selama dua dekade, tak menutup kemungkinan penduduk dunia tak akan bertambah.

Salah satu faktor turunnya persentase penduduk dunia adalah berkurangnya jumlah penduduk di sejumlah negara. Jepang misalnya, pada 2000 jumlah penduduknya mencapai 126 juta jiwa. Namun pada 2020 penduduknya menyusut menjadi 125 juta jiwa.

Bulgaria juga mengalami penyusutan jumlah penduduk. Pada 1985 jumlah penduduk Bulgaria sebanyak 8,9 juta jiwa. Namun pada 2021, jumlah penduduk Negara Kuntum Mawar menyusut 23% menjadi 6,8 juta jiwa.

Baca juga: Iqbal Pakula Meninggal Dunia

Tak cuma itu Bank Dunia mengungkap, Amerika dan Jerman juga mengalami penurunan rate birth (RB) per 1.000 orang. Pada 1960 RB Amerika adalah 24 dan Jerman 17. Namun pada 2020 turun menjadi 11 dan 9.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Rekomendasi
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved