Pergerakan IHSG Hari Ini Dibayangi Aksi Jual, Cek Rekomendasi Saham Versi Analis
Selasa, 02 Mei 2023 - 07:46 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi bergerak mixed dibayangi aksi jual yang lebih besar dari biasanya sehingga memungkinkan terjadinya tekanan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini berpotensi bergerak mixed cenderung melemah pada sepanjang perdagangan. Adapun pergerakan indeks saham akan berada di kisaran 6.856-6.950.
Baca Juga: BEI Beberkan 10 Saham yang Ambrol dalam Sepekan
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, tepat melemah sesuai Outlook pada hari Jumat pekan lalu, IHSG terbukti belum mampu meloloskan pengujian resistance 6.950.
"Ditambah, memasuki bulan Mei biasanya pelaku pasar akan mengasumsikan fenomena pasar tahunan akan terjadi lagi yaitu Sell In May & Go Away," tulis William dalam analisisnya, Selasa (2/5/2023).
Baca Juga: Rapor Bursa Pasca-Lebaran, Rata-rata Nilai Transaksi Harian Tembus Rp13,2 Triliun
Menurut William, kondisi ini akan memicu aksi jual yang lebih besar dari biasanya sehingga memungkinkan terjadinya tekanan yang menyebabkan pelemahan pada IHSG.
"Dari emiten sendiri, sebagian emiten yang membagikan dividen dan sudah jatuh pada ex date umumnya mengalami pelemahan, jika pelemahan ini terjadi pada emiten dengan market cap yang besar maka bobotnya terhadap IHSG pun besar, UNTR adalah salah satu contoh saham yang menurun setelah ex date dividend," jelas dia.
Baca Juga: BEI Beberkan 10 Saham yang Ambrol dalam Sepekan
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, tepat melemah sesuai Outlook pada hari Jumat pekan lalu, IHSG terbukti belum mampu meloloskan pengujian resistance 6.950.
"Ditambah, memasuki bulan Mei biasanya pelaku pasar akan mengasumsikan fenomena pasar tahunan akan terjadi lagi yaitu Sell In May & Go Away," tulis William dalam analisisnya, Selasa (2/5/2023).
Baca Juga: Rapor Bursa Pasca-Lebaran, Rata-rata Nilai Transaksi Harian Tembus Rp13,2 Triliun
Menurut William, kondisi ini akan memicu aksi jual yang lebih besar dari biasanya sehingga memungkinkan terjadinya tekanan yang menyebabkan pelemahan pada IHSG.
"Dari emiten sendiri, sebagian emiten yang membagikan dividen dan sudah jatuh pada ex date umumnya mengalami pelemahan, jika pelemahan ini terjadi pada emiten dengan market cap yang besar maka bobotnya terhadap IHSG pun besar, UNTR adalah salah satu contoh saham yang menurun setelah ex date dividend," jelas dia.
Lihat Juga :