Lebih Murah 10 Kali Lipat, Permintaan Undangan Digital Kian Meningkat
Rabu, 03 Mei 2023 - 11:43 WIB
loading...
A
A
A
Nasir mengatakan, ke depannya undangan digital akan semakin diminati oleh masyarakat. Selain karena akselerasi masyarakat digital yang didorong oleh pandemi, demografi Indonesia yang didominasi oleh usia produktif juga mendorong permintaan tersebut.
Peningkatan itu juga terjadi karena undangan digital menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan undangan konvensional. Selain itu, masyarakat tidak perlu direpotkan untuk menghampiri dan memberikan undangan satu per satu ke rumah masing-masing pihak yang ingin diundang.
“Kalau undangan konvensional, paling tidak orang harus menyiapkan sekitar Rp2,5 juta untuk mengundang 500 orang dengan biaya cetak per undangan Rp5 ribu. Sementara kalau undangan digital 10 kali lipat lebih murah, bisa di sekitar Rp200 ribu dan bisa langsung dikirimkan ke seluruh tamu undangan,” imbuhnya.
Bila dibandingkan dengan periode sebelum pandemi, permintaan pasca-pandemi meningkat signifikan. Awalnya, orang-orang enggan untuk menerima undangan digital pada tahun 2019, bahkan tetap meminta undangan secara fisik walaupun sudah mendapatkan undangan digital.
Kendati demikian, terdapat persaingan yang harus dihadapi mengingat banyaknya pelaku usaha yang juga bergerak di industri undangan digital. Dengan demikian, Nasir mengatakan harus meningkatkan desain, inovasi dan kualitas visual dari undangan digital miliknya.
Peningkatan itu juga terjadi karena undangan digital menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan undangan konvensional. Selain itu, masyarakat tidak perlu direpotkan untuk menghampiri dan memberikan undangan satu per satu ke rumah masing-masing pihak yang ingin diundang.
“Kalau undangan konvensional, paling tidak orang harus menyiapkan sekitar Rp2,5 juta untuk mengundang 500 orang dengan biaya cetak per undangan Rp5 ribu. Sementara kalau undangan digital 10 kali lipat lebih murah, bisa di sekitar Rp200 ribu dan bisa langsung dikirimkan ke seluruh tamu undangan,” imbuhnya.
Bila dibandingkan dengan periode sebelum pandemi, permintaan pasca-pandemi meningkat signifikan. Awalnya, orang-orang enggan untuk menerima undangan digital pada tahun 2019, bahkan tetap meminta undangan secara fisik walaupun sudah mendapatkan undangan digital.
Kendati demikian, terdapat persaingan yang harus dihadapi mengingat banyaknya pelaku usaha yang juga bergerak di industri undangan digital. Dengan demikian, Nasir mengatakan harus meningkatkan desain, inovasi dan kualitas visual dari undangan digital miliknya.
Lihat Juga :