Lebih Murah 10 Kali Lipat, Permintaan Undangan Digital Kian Meningkat

Rabu, 03 Mei 2023 - 11:43 WIB
loading...
Lebih Murah 10 Kali...
Penggunaan undangan digital kini kian merebak. Foto/AmanahTransporter
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah mengubah cara hidup masyarakat dari konvensional menjadi digital . Walaupun kebijakan pembatasan resmi sudah dicabut, namun kebiasaan digital tetap melekat di masyarakat.

Baca juga: Beberapa Tips Jitu Cegah Pusing karena Pishing Digital

Digitalisasi membuat sebagian masyarakat enggan untuk kembali ke kebiasaan lama karena banyaknya kemudahan yang ditawarkan. Salah satunya adalah mengundang secara digital, yang kini justru terus mengalami perkembangan.

CEO Undanganmu.net Muhammad Nasir mengatakan, permintaan undangan digital cukup signifikan walaupun pandemi mulai berakhir. Bahkan, peminatnya tidak hanya datang dari kalangan masyarakat di kota-kota besar, melainkan banyak dari daerah di Indonesia.

“Ini cukup menarik. Kita tau komunikasi sosial di daerah cukup kuat. Orang cenderung akan bertemu langsung untuk menyampaikan undangan. Tapi akhir-akhir ini kami banyak menerima (orderan) undangan dari teman-teman di daerah. Itu menandakan adanya pergeseran dari konvensional ke digital,” ujar Nasir dalam program Creatup IDX Channel, Rabu (3/5/2023).

Nasir mengatakan, ke depannya undangan digital akan semakin diminati oleh masyarakat. Selain karena akselerasi masyarakat digital yang didorong oleh pandemi, demografi Indonesia yang didominasi oleh usia produktif juga mendorong permintaan tersebut.

Peningkatan itu juga terjadi karena undangan digital menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan undangan konvensional. Selain itu, masyarakat tidak perlu direpotkan untuk menghampiri dan memberikan undangan satu per satu ke rumah masing-masing pihak yang ingin diundang.

“Kalau undangan konvensional, paling tidak orang harus menyiapkan sekitar Rp2,5 juta untuk mengundang 500 orang dengan biaya cetak per undangan Rp5 ribu. Sementara kalau undangan digital 10 kali lipat lebih murah, bisa di sekitar Rp200 ribu dan bisa langsung dikirimkan ke seluruh tamu undangan,” imbuhnya.

Bila dibandingkan dengan periode sebelum pandemi, permintaan pasca-pandemi meningkat signifikan. Awalnya, orang-orang enggan untuk menerima undangan digital pada tahun 2019, bahkan tetap meminta undangan secara fisik walaupun sudah mendapatkan undangan digital.

Kendati demikian, terdapat persaingan yang harus dihadapi mengingat banyaknya pelaku usaha yang juga bergerak di industri undangan digital. Dengan demikian, Nasir mengatakan harus meningkatkan desain, inovasi dan kualitas visual dari undangan digital miliknya.

Selain itu, Nasir juga berniat untuk melakukan ekspansi dengan mengembangkan ekosistem di lini bisnis yang linear.

Baca juga: Murka dengan Rusia, Gereja Ortodoks Ukraina Ubah Tanggal Hari Natal dan Paskah

“Undangan ini kan hanya satu bagian kecil dari acara, misalnya acara pernikahan. Ke depannya mau merambah dari sisi event organizer, atau katering, sehingga bisa terus tumbuh,” pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Rebranding Inhealth,...
Rebranding Inhealth, Strategi Perkuat Layanan dan Digitalisasi
Data Center jadi Fondasi...
Data Center jadi Fondasi Penting di Tengah Pertumbuhan Digitalisasi
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Rekomendasi
Cerita El Rumi & Syifa...
Cerita El Rumi & Syifa Hadju Bulan Madu di Italia, Romantis hingga Penuh Kejutan
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Berita Terkini
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
Infografis
Komet 3 Kali Lebih Besar...
Komet 3 Kali Lebih Besar dari Everest Meledak Saat Menuju Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved