Profil Ajay Banga, Bos Bank Dunia Pertama Berdarah India-Amerika

Jum'at, 05 Mei 2023 - 07:27 WIB
loading...
Profil Ajay Banga, Bos...
Mantan bos Mastercard, Ajay Banga terpilih untuk memimpin Bank Dunia. Banga yang dinominasikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk mengisi jabatan itu menjadi orang India-Amerika pertama yang memimpin bank tersebut. Foto/Dok Reuters
A A A
NEW YORK - Mantan bos Mastercard, Ajay Banga telah terpilih untuk memimpin Bank Dunia menjalankan fungsinya membantu negara-negara berpenghasilan rendah mengatasi utang dan memerangi perubahan iklim.

Baca Juga: David Malpass: Pemimpin Bank Dunia yang Sempat Menyangkal Perubahan Iklim Umumkan Mundur

Banga yang dinominasikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk mengisi jabatan itu menjadi orang India-Amerika pertama yang memimpin bank tersebut. Dia akan menggantikan David Malpass, yang telah memicu protes usai mempertanyakan peran manusia dalam perubahan iklim.

Baca Juga: Desakan AS, Reformasi Bank Dunia Buka Peluang Kenaikan Pinjaman hingga Rp740,9 T

Ajay Banga akan memulai masa jabatan lima tahunnya pada 2 Juni 2023, mendatang. Banga yang saat ini telah menjadi warga negara AS, justru memulai karirnya di negara asalnya India, di mana ayahnya adalah seorang perwira di tentara.

Dia bekerja di Nestle dan Citigroup sebelum bergabung dengan Mastercard di mana dia bertahan selama lebih dari satu dekade. Presiden AS Joe Biden menyebutnya "pemimpin transformatif" yang memiliki pengalaman menjalankan Bank Dunia.

"Dia akan membantu mengarahkan lembaga itu saat berkembang dan terus maju untuk mengatasi tantangan global yang secara langsung memengaruhi misi intinya dalam pengentasan kemiskinan — termasuk perubahan iklim," kata Biden.

Dalam pengumuman konfirmasi penunjukan Banga, direktur eksekutif bank mengatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berharap dapat bekerja dengannya "pada semua ambisi dan upaya Bank Dunia yang bertujuan untuk mengatasi tantangan pembangunan terberat yang dihadapi negara-negara berkembang."

AS sebagai pemegang saham terbesar Bank Dunia, bertanggung jawab memilih orang untuk memimpin lembaga tersebut, yang meminjamkan miliaran dolar ke negara-negara setiap tahun. Negara-negara berkembang di masa lalu mengeluh tentang hal ini, tetapi Banga adalah satu-satunya kandidat presiden.

"Ajay terpilih dengan persetujuan dari direktur eksekutif, dan akan memulai mandatnya dengan dukungan yang sangat kuat dari keanggotaan Bank Dunia," kata seorang pejabat senior AS tentang pemungutan suara.

Penunjukan Banga datang pada saat yang konsekuensial bagi organisasi pembangunan. AS dan negara-negara kaya lainnya telah mendorong bank untuk meningkatkan pinjamannya untuk memerangi perubahan iklim.

Peningkatannya mencapai USD100 miliar per tahun atau lebih pinjaman untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi perubahan iklim, jauh dari USD1 triliun yang mereka katakan diperlukan.

Banyak negara berkembang mencemaskan fokus pada perubahan iklim akan mengalihkan perhatian dari upaya anti-kemiskinan. Negara-negara berkembang telah terpukul keras oleh pandemi, kenaikan harga pangan dan energi, dan tingkat utang yang tidak berkelanjutan.

Sebagai presiden Bank Dunia, Banga harus mengatasi masalah ini - semua tanpa uang tambahan yang jelas di atas meja.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC pada bulan Maret, ketika Banga sedang dalam tur di Afrika, dia mengatakan dia ingin bank menjadi "katalisator" dan "pemimpin pemikiran" untuk bertindak.

"Kita juga perlu membawa sektor swasta untuk dapat mencapai target ambisius yang kita semua miliki," kata Banga.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Rekomendasi
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
10 Kota Terkotor di...
10 Kota Terkotor di Dunia 2024, Enam di Antaranya di India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved