Atasi Dampak Pandemi, Realisasi Investasi Langsung Perlu Digenjot
Rabu, 29 April 2020 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
Enny juga menyampaikan, selama ini komitmen investasi sebetulnya terus berdatangan. Namun, komitmen investasi tidak serta merta terealisasi karena kerap menghadapi berbagai hambatan, seperti tidak adanya kepastian berusaha dan kurang memadainya infrastruktur penunjang.
Oleh karena itu, pemerintah selayaknya harus bisa memberikan kepastian usaha terhadap investor melalui regulasi yang mendukung. Menurut Enny, investor selalu menginginkan kepastian secara terperinci sejak awal. Pemerintah juga perlu melakukan pendekatan kepada investor untuk mengetahui kebutuhan mereka. Pendekatan seperti itu akan jauh lebih efektif untuk mencapai titik temu.
Selain soal kepastian berusaha, persoalan lain yang menjadi kekhawatiran investor adalah infrastruktur. “Pemerintah harus menyiapkan infrastruktur yang memadai, seperti kawasan industri yang mampu menekan harga energi dan menyediakan konektivitas logistik yang efisien,” ujar Enny.
Seperti diketahui, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini realisasi investasi di Indonesia dinyatakan masih tumbuh positif. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sebesar Rp210,7 triliun sepanjang kuartal I/2020 bersumber dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Jumlah tersebut setara dengan 23,8% dari total target investasi pada 2020 sebesar Rp886,1 triliun.
Meskipun realisasi investasi pada kuartal I/2020 terbilang bagus, Ketua BKPM Bahlil Lahadalia memperkirakan hasil yang sama akan sulit tercapai pada kuartal kedua dikarenakan dampak dari pandemi Covid-19 sehingga akan memengaruhi target investasi hingga akhir tahun. (Rakhmat Baihaqi)
Oleh karena itu, pemerintah selayaknya harus bisa memberikan kepastian usaha terhadap investor melalui regulasi yang mendukung. Menurut Enny, investor selalu menginginkan kepastian secara terperinci sejak awal. Pemerintah juga perlu melakukan pendekatan kepada investor untuk mengetahui kebutuhan mereka. Pendekatan seperti itu akan jauh lebih efektif untuk mencapai titik temu.
Selain soal kepastian berusaha, persoalan lain yang menjadi kekhawatiran investor adalah infrastruktur. “Pemerintah harus menyiapkan infrastruktur yang memadai, seperti kawasan industri yang mampu menekan harga energi dan menyediakan konektivitas logistik yang efisien,” ujar Enny.
Seperti diketahui, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini realisasi investasi di Indonesia dinyatakan masih tumbuh positif. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sebesar Rp210,7 triliun sepanjang kuartal I/2020 bersumber dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). Jumlah tersebut setara dengan 23,8% dari total target investasi pada 2020 sebesar Rp886,1 triliun.
Meskipun realisasi investasi pada kuartal I/2020 terbilang bagus, Ketua BKPM Bahlil Lahadalia memperkirakan hasil yang sama akan sulit tercapai pada kuartal kedua dikarenakan dampak dari pandemi Covid-19 sehingga akan memengaruhi target investasi hingga akhir tahun. (Rakhmat Baihaqi)
(ysw)
Lihat Juga :