Tampil di Jerman, Produk Kayu Olahan Indonesia Bukukan Potensi Transaksi USD3,1 Juta
Sabtu, 20 Mei 2023 - 09:17 WIB
loading...
Produk kayu olahan Indonesia tampil pada Pameran Interzum 2023 yang digelar di Kolnmesse, Cologne, Jerman pada 9-12 Mei 2023 lalu. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kualitas produk kayu olahan Indonesia semakin diakui di pasar Eropa, khususnya Jerman. Tampil pada Pameran Interzum 2023 yang digelar di Kolnmesse, Cologne, Jerman pada 9-12 Mei 2023 lalu, produk andalan Indonesia ini mampu membukukan potensi transaksi senilai USD3,1 juta atau Rp46 miliar.
Baca juga: Jaga Kelestarian Alam, Produsen Kayu Olahan Tanam 3.198 Pohon
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengungkapkan, produk kayu olahan dan teknikal Indonesia masih menjadi primadona konsumen Eropa karena kualitas dan inovasi. “Untuk itu, kita harus bangga dan keikutsertaan dalam Pameran Interzum 2023 menjadi bukti komitmen dan eksistensi produsen dan pelaku usaha Indonesia dalam mempromosikan produk kayu yang berkualitas,” ujar Didi, dalam keterangannya, Sabtu (20/5/2023).
Interzum merupakan pameran berskala internasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Pameran ini dibagi ke dalam tiga fokus promosi utama. Pertama, materials and nature yang menampilkan produk untuk lantai, vinil, laminasi, dan keperluan interior lain terbuat dari kayu, mineral, serta bahan alami. Kedua, function and components yang menampilkan perlengkapan dapur, perkantoran, furnitur, dan sistem pencahayaan. Ketiga, textile and machinery yang menampilkan produk perlengkapan interior dari tekstil dan kulit.
Partisipasi Indonesia pada pameran ini merupakan bagian dari program promosi produk manufaktur Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional yang berkolaborasi dengan Atase Perdagangan Berlin, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg, dan didukung Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Baca juga: Jaga Kelestarian Alam, Produsen Kayu Olahan Tanam 3.198 Pohon
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengungkapkan, produk kayu olahan dan teknikal Indonesia masih menjadi primadona konsumen Eropa karena kualitas dan inovasi. “Untuk itu, kita harus bangga dan keikutsertaan dalam Pameran Interzum 2023 menjadi bukti komitmen dan eksistensi produsen dan pelaku usaha Indonesia dalam mempromosikan produk kayu yang berkualitas,” ujar Didi, dalam keterangannya, Sabtu (20/5/2023).
Interzum merupakan pameran berskala internasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Pameran ini dibagi ke dalam tiga fokus promosi utama. Pertama, materials and nature yang menampilkan produk untuk lantai, vinil, laminasi, dan keperluan interior lain terbuat dari kayu, mineral, serta bahan alami. Kedua, function and components yang menampilkan perlengkapan dapur, perkantoran, furnitur, dan sistem pencahayaan. Ketiga, textile and machinery yang menampilkan produk perlengkapan interior dari tekstil dan kulit.
Partisipasi Indonesia pada pameran ini merupakan bagian dari program promosi produk manufaktur Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional yang berkolaborasi dengan Atase Perdagangan Berlin, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg, dan didukung Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Lihat Juga :