GIZ Gelar Forum Diaspora Indonesia 2023, Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Rabu, 24 Mei 2023 - 23:42 WIB
loading...
Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) menggelar Forum Diaspora Indonesia 2023 di Jakarta. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Lembaga pembangunan di Jerman, Gesellschaft fűr Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia menggelar Forum Diaspora Indonesia 2023 untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.
Pemimpin Tim Program Migrasi dan Diaspora GIZ Indonesia Makhdonal Anwar forum tersebut digelar untuk mendorong Pemerintah Indonesia membuat kebijakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Termasuk memberikan masukan dan dukungan kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam membuat kebijakan," kata dia melalui pernyataan resmi, Rabu (25/5/2023).
Baca Juga: Dubes RI di Kanada Berharap Diaspora Kuat dan Kompak
Tak hanya itu, melalui kolaborasi bersama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN). Dia mengatakan KMILN menjadi penting karena diaspora pemegang kartu tersebut bisa membuka rekening di bank umum, memiliki properti di Indonesia, dan mendirikan badan usaha di Indonesia sesuai peraturan yang ada, sedangkan pemegang KMLN tercatat baru mencapai 1.300 diaspora.
Selain kartu diaspora, juga terkait manfaat kebutuhan akan diaspora bond, yakni instrumen investasi berupa surat utang negara yang menargetkan diaspora yang dikembangkan sebagai alternatif investasi bagi diaspora atau anggota keluarganya yang ada di Indonesia.
Makhdonal menyebut bahwa dalam forum tersebut juga memperkenalkan Indonesian Diaspora Returnee Network (IDRN) dan pembuatan database 1.000 komunitas diaspora multi-stakeholder di bidang studi penelitian, inovasi produk, dan industri kreatif.
Pemimpin Tim Program Migrasi dan Diaspora GIZ Indonesia Makhdonal Anwar forum tersebut digelar untuk mendorong Pemerintah Indonesia membuat kebijakan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Termasuk memberikan masukan dan dukungan kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam membuat kebijakan," kata dia melalui pernyataan resmi, Rabu (25/5/2023).
Baca Juga: Dubes RI di Kanada Berharap Diaspora Kuat dan Kompak
Tak hanya itu, melalui kolaborasi bersama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN). Dia mengatakan KMILN menjadi penting karena diaspora pemegang kartu tersebut bisa membuka rekening di bank umum, memiliki properti di Indonesia, dan mendirikan badan usaha di Indonesia sesuai peraturan yang ada, sedangkan pemegang KMLN tercatat baru mencapai 1.300 diaspora.
Selain kartu diaspora, juga terkait manfaat kebutuhan akan diaspora bond, yakni instrumen investasi berupa surat utang negara yang menargetkan diaspora yang dikembangkan sebagai alternatif investasi bagi diaspora atau anggota keluarganya yang ada di Indonesia.
Makhdonal menyebut bahwa dalam forum tersebut juga memperkenalkan Indonesian Diaspora Returnee Network (IDRN) dan pembuatan database 1.000 komunitas diaspora multi-stakeholder di bidang studi penelitian, inovasi produk, dan industri kreatif.
Lihat Juga :