Di Tengah Wabah Covid-19 dan Penurunan Harga Minyak, PEP Cetak Laba Rp2,53 T
Rabu, 29 April 2020 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Untuk gas, PEP Asset 2 tercatat sebagai kontributor terbesar dengan produksi 371,6 MMSCFD atau 39% dari total produksi. Sedangkan PEP Asset 3 dengan produksi sebesar 268,7 MMSCFD atau 28% dari total produksi gas PEP.
Menurut Nanang, seiring penurunan harga minyak yang signifikan, PEP telah membuat prioritas program kerja agar lebih efisien dan optimal. Untuk itu, PEP memanfaatkan aset yang ada dan berupaya melakukan substitusi. "Kami juga melakukan pembicaraan ulang untuk kontrak jangka panjang dan kontrak yang belum dimulai agar memperoleh nilai penghematan," ujarnya.
Selain itu, PEP melakukan survei pasar dan memaksimalkan informasi harga terkini sebagai referensi tambahan saat negosiasi agar mendapatkan harga terbaik. Program kerja yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan operasi dan produksi migas juga akan ditunda. Selain itu, PEP juga mengupayakan secara maksimal penggunaan mata uang rupiah dalam bertransaksi.
"Kami juga telah menyiapkan rencana-rencana skenario mengenai business continuity dalam mencapai target rencana kerja 2020," imbuhnya.
Terkait rencana pengeboran, Nanang mengatakan pelaksanaannya masih sesuai rencana awal. Namun, secara paralel akan terus ditinjau dan evaluasi terkait perkembangan ICP dan pandemi Covid-19.
Menurut Nanang, seiring penurunan harga minyak yang signifikan, PEP telah membuat prioritas program kerja agar lebih efisien dan optimal. Untuk itu, PEP memanfaatkan aset yang ada dan berupaya melakukan substitusi. "Kami juga melakukan pembicaraan ulang untuk kontrak jangka panjang dan kontrak yang belum dimulai agar memperoleh nilai penghematan," ujarnya.
Selain itu, PEP melakukan survei pasar dan memaksimalkan informasi harga terkini sebagai referensi tambahan saat negosiasi agar mendapatkan harga terbaik. Program kerja yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan operasi dan produksi migas juga akan ditunda. Selain itu, PEP juga mengupayakan secara maksimal penggunaan mata uang rupiah dalam bertransaksi.
"Kami juga telah menyiapkan rencana-rencana skenario mengenai business continuity dalam mencapai target rencana kerja 2020," imbuhnya.
Terkait rencana pengeboran, Nanang mengatakan pelaksanaannya masih sesuai rencana awal. Namun, secara paralel akan terus ditinjau dan evaluasi terkait perkembangan ICP dan pandemi Covid-19.
Lihat Juga :