Kinerja Positif, Manulife Indonesia Bukukan Premi Rp10 Triliun di 2022
Senin, 29 Mei 2023 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengakui tahun 2022 merupakan tahun tantangan karena perekonomian belum stabil. Hal itu terlihat dari pendapatan industri asuransi jiwa hanya sebesar Rp223 triliun atau menurun 7,5% jika dibandingkan periode yang sama 2021.
Baca Juga: Erdogan Menang Pilpres Turki, Berkuasa Lagi untuk Periode 3
Meskipun demikian, peluang untuk tumbuh tetap ada. Hal tersebut mengacu peningkatan jumlah tertanggung di 58 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI. Ia meyakini, kondisi itu mengindikasikan bahwa target market industri asuransi jiwa sudah semakin luas. Selain itu, masyarakat semakin menyadari pentingnya perlindungan asuransi jiwa sebagai salah satu perencanaan keuangan masa depan.
Terkait prospek ekonomi ke depan, di awal tahun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan adanya indikasi pelambatan ekonomi global. Hal itu dipicu antara lain oleh adanya penyesuaian suku bunga beberapa bank sentral, inflasi, hingga kenaikan harga komoditas global. Meski demikian, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan akan tetap kuat, setelah tumbuh 5,03% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I-2023.
Optimisme itu juga disuarakan Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar Hirawan. Dia optimistis ekonomi nasional aman dari tekanan ekonomi global pada 2023. Menurutnya, pascapandemi, masyarakat membelanjakan lebih dari 50% uangnya untuk konsumsi rumah tangga dan investasi, dari yang sebelumnya tertahan selama pandemi.
Baca Juga: Erdogan Menang Pilpres Turki, Berkuasa Lagi untuk Periode 3
Meskipun demikian, peluang untuk tumbuh tetap ada. Hal tersebut mengacu peningkatan jumlah tertanggung di 58 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI. Ia meyakini, kondisi itu mengindikasikan bahwa target market industri asuransi jiwa sudah semakin luas. Selain itu, masyarakat semakin menyadari pentingnya perlindungan asuransi jiwa sebagai salah satu perencanaan keuangan masa depan.
Terkait prospek ekonomi ke depan, di awal tahun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan adanya indikasi pelambatan ekonomi global. Hal itu dipicu antara lain oleh adanya penyesuaian suku bunga beberapa bank sentral, inflasi, hingga kenaikan harga komoditas global. Meski demikian, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan akan tetap kuat, setelah tumbuh 5,03% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I-2023.
Optimisme itu juga disuarakan Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar Hirawan. Dia optimistis ekonomi nasional aman dari tekanan ekonomi global pada 2023. Menurutnya, pascapandemi, masyarakat membelanjakan lebih dari 50% uangnya untuk konsumsi rumah tangga dan investasi, dari yang sebelumnya tertahan selama pandemi.
(fjo)
Lihat Juga :