Menegaskan Komitmen Mencapai Netralitas Karbon di Akhir 2033
Rabu, 31 Mei 2023 - 13:08 WIB
loading...
Beberapa perusahaan mulai menguatkan upaya keberlanjutan (sustainability) melalui komitmen pencapaian netralitas karbon (net carbon zero), salah satunya OCS Group Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - OCS Group Indonesia telah menguatkan upaya keberlanjutan (sustainability) melalui komitmen pencapaian netralitas karbon (net carbon zero) di akhir tahun 2033. Penguatan komitmen ini dilakukan pada kegiatan “Sustainability Commitment Launch” di Jakarta, pekan lalu, bersama para mitra utama sustainability yaitu Diversey Indonesia, Signify Indonesia, Trace+, dan Inecosolar.
Baca Juga: Bursa Karbon Bakal Beroperasi September, Ini Pesan Pengusaha
Chief Executive Officer OCS Group Indonesia, Jeffry Johary mengatakan, bahwa perusahaan menyadari urgensi untuk bertindak secara kolektif. Akselerasi tahun 2033 sangatlah penting dalam mendukung praktik-praktik yang berkelanjutan di industri facility management (FM) ini.
“Kami ingin memastikan bahwa di 2033, jumlah karbon yang kami keluarkan ke atmosfer Bumi adalah netral – kami berkomitman untuk menjalankan operasional dengan emisi rendah dan hemat. Dengan begitu, kami akan berperan signifikan dalam mengurangi jejak lingkungan dan ikut berkontribusi menciptakan alam yang sustainable," terangnya.
Baca Juga: Menangkap Pendapatan Rp8.000 Triliun dari Perdagangan Karbon, Begini Caranya
Jeffry Johary menyampaikan terdapat empat prioritas target ESG (Environmental, Social, and Governance) yaitu: mengurangi jejak karbon, budaya kesehatan dan keselamatan, pengembangan masyarakat usia muda dan produktif, serta tata kelola perusahaan yang baik.
Ia juga berharap upaya ini akan membuka jalan bagi perusahaan besar lainnya di Indonesia, sekaligus dapat menginspirasi mereka untuk mempertimbangkan jejak karbon yang dihasilkannya.
Baca Juga: Bursa Karbon Bakal Beroperasi September, Ini Pesan Pengusaha
Chief Executive Officer OCS Group Indonesia, Jeffry Johary mengatakan, bahwa perusahaan menyadari urgensi untuk bertindak secara kolektif. Akselerasi tahun 2033 sangatlah penting dalam mendukung praktik-praktik yang berkelanjutan di industri facility management (FM) ini.
“Kami ingin memastikan bahwa di 2033, jumlah karbon yang kami keluarkan ke atmosfer Bumi adalah netral – kami berkomitman untuk menjalankan operasional dengan emisi rendah dan hemat. Dengan begitu, kami akan berperan signifikan dalam mengurangi jejak lingkungan dan ikut berkontribusi menciptakan alam yang sustainable," terangnya.
Baca Juga: Menangkap Pendapatan Rp8.000 Triliun dari Perdagangan Karbon, Begini Caranya
Jeffry Johary menyampaikan terdapat empat prioritas target ESG (Environmental, Social, and Governance) yaitu: mengurangi jejak karbon, budaya kesehatan dan keselamatan, pengembangan masyarakat usia muda dan produktif, serta tata kelola perusahaan yang baik.
Ia juga berharap upaya ini akan membuka jalan bagi perusahaan besar lainnya di Indonesia, sekaligus dapat menginspirasi mereka untuk mempertimbangkan jejak karbon yang dihasilkannya.
Lihat Juga :