Peringatan China Diabaikan, AS dan Taiwan Tetap Teken Kesepakatan Dagang Baru

Jum'at, 02 Juni 2023 - 13:08 WIB
loading...
Peringatan China Diabaikan,...
Amerika Serikat (AS) dan Taiwan baru saja menandatangani kesepakatan perdagangan baru pada Kamis kemarin, di tengah ketegangan yang meningkat dengan China. Foto/Dok Reuters
A A A
BEIJING - Amerika Serikat (AS) dan Taiwan baru saja menandatangani kesepakatan perdagangan baru pada Kamis kemarin, di tengah ketegangan yang meningkat dengan China . Perjanjian ini menjadi yang pertama di bawah kerangka baru dalam pembicaraan antara Washington dan Taipei yang disebut Inisiatif AS-Taiwan tentang Perdagangan Abad ke-21.

Baca Juga: Waspada, Ketegangan China Taiwan Bisa Berdampak Pada Kinerja Perdagangan Indonesia

Pengumuman ini muncul menjelang pertemuan puncak keamanan global tingkat tinggi di Singapura akhir pekan ini. Seperti diketahui dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara AS dan China menjadi semakin tegang.

Kantor Negosiasi Perdagangan Taiwan mengatakan, perjanjian itu ditandatangani pada Kamis pagi, waktu Amerika. Dalam pertemuan tersebut disebutkan dihadiri Wakil Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Sarah Bianchi

Kesepakatan Dagang AS-Taiwan itu mencakup langkah-langkah untuk merampingkan prosedur perbatasan, perjanjian pertama ini menjadi yang pertama ditandatangani di bawah kerangka kerja baru, yang dimulai tahun lalu.

Baca Juga: China Kecam Keras Pembicaraan Perdagangan Amerika-Taiwan

Kerangka kerja ini bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Washington dan Taipei, dan membuka peluang Taiwan untuk lebih banyak ekspor ke AS.

"Kami berterima kasih kepada mitra Taiwan kami karena membantu mencapai tonggak penting ini dan kami menantikan negosiasi tambahan yang akan datang di bidang perdagangan," kata Sam Michel, juru bicara kantor Perwakilan Dagang AS.

Sementara itu Beijing telah mengecam pembicaraan perdagangan, seperti halnya dengan semua bentuk keterlibatan tingkat tinggi antara AS dan Taiwan yang diklaimnya sebagai wilayahnya sendiri."

Sebelumnya China memperingatkan Washington agar tidak menandatangani kesepakatan apapun "dengan konotasi kedaulatan atau yang bersifat resmi dengan wilayah Taiwan China".

Juru bicara kementerian luar negeri, Mao Ning mengatakan kepada wartawan bahwa AS "tidak boleh mengirim sinyal yang salah kepada pasukan kemerdekaan Taiwan atas nama perdagangan".

Kesepakatan itu ditandatangani menjelang KTT pertahanan tahunan Shangri-La Dialogue, yang dimulai pada hari Jumat.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan mitranya dari China Li Shangfu diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Singapura untuk acara tersebut.

Awal pekan ini, Pentagon mengutarakan Beijing telah menolak undangan Washington agar kedua pejabat bertemu. Jenderal Austin mengutarakan, kepada wartawan setelah bertemu dengan Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada di Tokyo pada hari Kamis bahwa keputusan China "disayangkan".

Jenderal Austin menambahkan, bahwa penting bagi negara-negara dengan "kemampuan signifikan" untuk berbicara satu sama lain sehingga mereka dapat "mengelola krisis dan mencegah hal-hal di luar kendali yang tidak perlu".

Hubungan antara Taiwan dan China memburuk setelah kunjungan Ketua DPR AS saat itu, Nancy Pelosi pada Agustus. Beijing mengutuk kunjungan Pelosi yang dinilai sebagai tindakan yang "sangat berbahaya".

China memandang Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai bagian dari wilayahnya dan menegaskan pulau itu harus disatukan dengan daratan, bahkan jika perlu dengan paksa.

Tetapi Taiwan melihat dirinya berbeda dari daratan China, dengan konstitusinya sendiri dan para pemimpin yang dipilih secara demokratis.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved