Dapat Pendampingan Kemenperin, IKM di Kalsel Sukses Olah Cabai Rawit Hiyung jadi 8 Produk

Sabtu, 03 Juni 2023 - 23:24 WIB
loading...
Dapat Pendampingan Kemenperin,...
Ilustrasi petani memanen cabai di lahan perkebunan. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) agar terus berkembang melalui program pendampingan. IKM akan mendapatkan bimbingan teknis hingga bantuan peralatan.

Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan pendampingan dari Kemenperin. Salah satunya di sentra olahan hortikultura di Kabupaten Tapin, khususnya untuk pengolahan cabai rawit Hiyung.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin, Reni Yanita mengatakan, pendampingan dilakukan karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2022, hasil panen cabai rawit di Kabupaten Tapin merupakan yang terluas di Kalimantan Selatan, yaitu mencapai 479 hektare dengan produksi hingga 2.015,7 ton.

“Salah satu varietas cabai lokal unggulan di daerah tersebut adalah cabai rawit Hiyung yang namanya berasal dari Desa Hiyung, desa tempat tumbuh varietas tersebut,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/6/2023).

Menurut dia, produk hortikultura seperti cabai rawit Hiyung merupakan salah satu komoditi pertanian yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Tapin.

Hal itu terjadi karena cabai rawit Hiyung Tapin dianggap sebagai varietas unik yang dapat dikembangkan dan diolah menjadi berbagai produk. Komoditas ini juga telah terdaftar sebagai produk Indikasi Geografis Indonesia pada tahun 2020.

Namun, selama ini banyak petani dan pelaku IKM di Tapin terbiasa hanya menjual cabai segar dan abon cabai. Padahal, cabai Hiyung bisa diolah menjadi aneka produk seperti sambal, bubuk cabai kering, minyak cabai, saus, dan sebagainya.

“Selama empat hari pendampingan, kami berhasil mengolah cabai Hiyung menjadi delapan produk,” ungkap Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Ditjen IKMA, Yedi Sabaryadi.

Dapat Pendampingan Kemenperin, IKM di Kalsel Sukses Olah Cabai Rawit Hiyung jadi 8 Produk


Baca juga: Mengapa Lidah Orang Bule Cenderung Tidak Suka Makanan Pedas? Begini Penjelasannya

Selain itu, terdapat banyak komoditas hortikultura yang mempunyai nilai tinggi dalam bentuk segar, namun saat pasca panen komoditas tersebut cepat rusak, sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menjaga kualitas produk, salah satunya cabai rawit Hiyung.

Dengan demikian, petani dan pelaku IKM di sentra tersebut membutuhkan pendampingan diversifikasi produk dan teknologi penanganan pascapanen. Ini dilakukan untuk memperpanjang umur simpan komoditas melalui pengawetan dan ragam pengolahan.

Baca juga:S ederet Jurus Kemenperin Dongkrak Daya Saing IKM

Menurut Yedi, teknologi pengawetan bertujuan tidak mengubah bentuk asli bahan, tetapi dapat memperpanjang umur simpan bahan baku.

“Sedangkan teknologi pengolahan bertujuan untuk mengubah bentuk asli bahan yang dapat memberikan nilai tambah serta penganekaragaman produk pangan dengan tetap memperhatikan keamanan pangan,” pungkasnya.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
SNI Jadi Benteng Produk...
SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Industri Modifikasi...
Industri Modifikasi Raih Legitimasi Negara, Kemenperin Dukung IMX 2025 sebagai Standar Kualitas Nasional
Rekomendasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Berita Terkini
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved