Harga Minyak Turun, Saudi Pangkas Produksi 1 Juta Barel per Hari

Senin, 05 Juni 2023 - 10:39 WIB
loading...
Harga Minyak Turun,...
Arab Saudi berencana melakukan pemangkasan pasokan minyak tambahan sebanyak satu juta barel per hari pada Juli 2023. Foto/pexels/pixabay
A A A
JAKARTA - Arab Saudi berencana melakukan pemangkasan pasokan minyak tambahan sebanyak satu juta barel per hari pada Juli 2023. Langkah ini akan membawa tingkat produksi Saudi ke level terendah selama beberapa tahun setelah adanya penurunan harga minyak mentah.

Pemangkasan yang dilakukan oleh Arab Saudi berbeda dengan negara lainnya di Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu atau dikenal dengan OPEC+ yang dipimpin Rusia

Pasalnya, Negeri Beruang Merah tidak membuat komitmen untuk memangkas produksi lebih dalam, sementara Uni Emirat Arab (UEA) justru akan mengamankan kuota produksi yang lebih tinggi untuk tahun depan.

“Kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk membawa stabilitas ke pasar," ujar Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, dilansir dari Bloomberg, Senin (5/6/2023).

West Texas Intermediate melonjak hampir 5% di awal sesi pada hari Senin sebelum memangkas beberapa kenaikan untuk diperdagangkan di atas USD73 per barel. Sementara, patokan global Brent naik menuju USD78 per barel.

Langkah ini dilakukan oleh Saudi setelah harga minyak yang terpukul oleh prospek ekonomi yang lebih lemah, terutama di China.

Hal ini dinilai perlu dilakukan lantaran negara OPEC+ lainnya tidak menawarkan tindakan tambahan untuk menopang pasar saat ini, namun berjanji untuk mempertahankan pemangkasan yang ada hingga akhir 2024.

Upaya Saudi untuk memangkas produksi dan meningkatkan harga ekspor terpentingnya membutuhkan pengorbanan pangsa pasar lebih lanjut.

Pasalnya, permintaan minyak global diproyeksikan mencapai rekor tertinggi tahun ini, tetapi pemotongan tambahan yang diumumkan pada Minggu akan membawa produksi Saudi menjadi sekitar 9 juta barel per hari pada Juli, terendah sejak Juni 2021.

Pemenang utama dari pembicaraan OPEC+ pada akhir pekan lalu adalah UEA yang dapat menaikkan batas produksinya tahun depan dengan mengorbankan beberapa anggota dari Afrika, yang diminta menyerahkan sebagian dari kuota mereka yang tak terpakai.

Menteri Energi UEA, Suhail Al Mazrouei berterima kasih kepada rekan-rekannya atas peningkatan tersebut. “Kami akan selalu mendukung OPEC dan akan selalu bersama,” tukasnya.

Baca juga: Populasi Arab Saudi Capai 32,2 Juta Jiwa, 42% Warga Negara Asing

Itu adalah pernyataan penting dari pihak yang sempat mengancam akan keluar dari grup jika tidak mendapatkan kuota yang lebih tinggi.

Sementara, Rusia sebagai produsen OPEC+ terbesar kedua tidak diharuskan untuk melakukan pemangkasan tambahan tahun ini. Namun, seperti anggota lainnya, Rusia memperpanjang pembatasan yang ada selama 12 bulan hingga akhir 2024.

Baca juga: Terungkap Negara-negara Barat Masih Membeli Minyak dan Gas Rusia

Pengumuman kesepakatan OPEC+ ditunda beberapa jam lantaran para menteri butuh lebih banyak waktu untuk bernegosiasi, khususnya negara-negara Afrika yang enggan menurunkan batas produksi mereka.

Pada akhirnya, kebuntuan diselesaikan setelah negara-negara Afrika setuju untuk menurunkan batas produksi dan tunduk pada tinjauan independen atas kapasitas produksi mereka.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Rekomendasi
Belgia Patahkan Rekor...
Belgia Patahkan Rekor Clean Sheet Spanyol di Babak Pertama
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
Mikel Merino dan Keajaiban...
Mikel Merino dan Keajaiban yang Terus Berulang untuk Spanyol
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved