Gelar RUPST, MNC Energy Investments (IATA) Umumkan Kinerja Moncer di 2022
Jum'at, 16 Juni 2023 - 13:55 WIB
loading...
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (16/6/2023). Foto/MNC Media/Aziz Indra
A
A
A
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) . Emiten berkode saham IATA melaporkan capaian kinerja gemilang di sepanjang tahun 2022 lalu.
Direktur MNC Energy Investments, Kushindrarto mengungkapkan, perseroan berhasil melipatgandakan pendapatan menjadi USD192,1 juta, melonjak 142,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari USD 79,1 juta pada 2021. Selaras, EBITDA Perseroan melambung 411,1% yoy, mencapai USD59,7 juta dari USD11,7 juta di 2021.
"Hasilnya, laba bersih IATA meroket hingga 604,7% yoy menjadi USD39,0 juta di 2022, dari USD5,5 juta pada tahun sebelumnya. Margin EBITDA dan laba bersih Perseroan masing-masing tercatat sebesar 31,6% dan 20,3%, membaik secara signifikan dari 2021," ujarnya saat RUPST di Jakarta, Jumat (16/06/2022).
Menurut dia, kinerja keuangan yang cukup moncer di 2022 tersebut utamanya disumbangkan oleh produksi batu bara sebesar 4,2 juta metrik ton (MT).
Pada tahun 2023, Perseroan berencana untuk meningkatkan produksi menjadi 7 juta MT, sehingga peningkatan kinerja diproyeksikan akan terus berlanjut.
Baca juga: Kuartal I 2023, IATA Kantongi Pendapatan USD52,2 Juta dan Tambahan Cadangan Batu Bara
Setelah RUPST, Perseroan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menyetujui beberapa penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan mengenai penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan dan mengenai kewajiban penyampaian laporan keuangan Perseroan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku di Pasar Modal.
Direktur MNC Energy Investments, Kushindrarto mengungkapkan, perseroan berhasil melipatgandakan pendapatan menjadi USD192,1 juta, melonjak 142,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari USD 79,1 juta pada 2021. Selaras, EBITDA Perseroan melambung 411,1% yoy, mencapai USD59,7 juta dari USD11,7 juta di 2021.
"Hasilnya, laba bersih IATA meroket hingga 604,7% yoy menjadi USD39,0 juta di 2022, dari USD5,5 juta pada tahun sebelumnya. Margin EBITDA dan laba bersih Perseroan masing-masing tercatat sebesar 31,6% dan 20,3%, membaik secara signifikan dari 2021," ujarnya saat RUPST di Jakarta, Jumat (16/06/2022).
Menurut dia, kinerja keuangan yang cukup moncer di 2022 tersebut utamanya disumbangkan oleh produksi batu bara sebesar 4,2 juta metrik ton (MT).
Pada tahun 2023, Perseroan berencana untuk meningkatkan produksi menjadi 7 juta MT, sehingga peningkatan kinerja diproyeksikan akan terus berlanjut.
Baca juga: Kuartal I 2023, IATA Kantongi Pendapatan USD52,2 Juta dan Tambahan Cadangan Batu Bara
Setelah RUPST, Perseroan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menyetujui beberapa penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan mengenai penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan dan mengenai kewajiban penyampaian laporan keuangan Perseroan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku di Pasar Modal.
Lihat Juga :