5 Miliarder Rusia Panen Dividen Rp148,4 Triliun Saat Sanksi Barat Menghunjam
Sabtu, 17 Juni 2023 - 19:27 WIB
loading...
A
A
A
Sanksi individu yang dihadapi oleh miliarder Rusia telah memaksa mereka untuk mengarahkan kembali keuntungan atau rejeki nomplok yang diterima ke pasar domestik, memacu investasi dalam bisnis lokal dan menandakan bahwa mereka menyesuaikan diri dengan sanksi.
Di antara miliarder yang telah mengalihkan fokus investasi mereka ke perusahaan-perusahaan Rusia, Bloomberg menyebutkan di antaranya ada pendiri Lukoil, Vagit Alekperov. Pada bulan Mei, dilaporkan bahwa Alekperov sedang mencari 51% saham di Yandex, perusahaan internet terbesar Rusia, dengan harga antara USD7 miliar dan USD7,5 miliar. Kesepakatan itu akan menandai investasi besar pertama taipan di luar industri minyak.
Contoh lain seperti dikutip dari RT yakni akuisisi 35% saham di Tinkoff Bank oleh orang terkaya Rusia dan pemegang saham utama raksasa pertambangan Norilsk Nickel, Vladimir Potanin. Selain saham di perusahaan fintech top negara itu, Potanin membeli Rosbank dari Societe Generale dan juga bersama-sama menawar Yandex, bersama dengan Alekperov dan lainnya.
Alekperov dan Mikhelson dari Novatek telah terkena sanksi oleh Inggris pada tahun 2022. Sedangkan Potanin dan Guryev juga masuk daftar hitam tahun lalu oleh Inggris dan AS, sementara Timchenko berada di bawah sanksi Uni Eropa, AS dan Inggris.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah mendesak investasi domestik dalam teknologi, fasilitas produksi dan perusahaan untuk membantu mengatasi apa yang disebutnya upaya Barat untuk menghancurkan ekonomi nasional. Menurut Putin, keputusan investasi yang tepat hari ini akan terbayar seratus kali lipat besok.
Di antara miliarder yang telah mengalihkan fokus investasi mereka ke perusahaan-perusahaan Rusia, Bloomberg menyebutkan di antaranya ada pendiri Lukoil, Vagit Alekperov. Pada bulan Mei, dilaporkan bahwa Alekperov sedang mencari 51% saham di Yandex, perusahaan internet terbesar Rusia, dengan harga antara USD7 miliar dan USD7,5 miliar. Kesepakatan itu akan menandai investasi besar pertama taipan di luar industri minyak.
Contoh lain seperti dikutip dari RT yakni akuisisi 35% saham di Tinkoff Bank oleh orang terkaya Rusia dan pemegang saham utama raksasa pertambangan Norilsk Nickel, Vladimir Potanin. Selain saham di perusahaan fintech top negara itu, Potanin membeli Rosbank dari Societe Generale dan juga bersama-sama menawar Yandex, bersama dengan Alekperov dan lainnya.
Alekperov dan Mikhelson dari Novatek telah terkena sanksi oleh Inggris pada tahun 2022. Sedangkan Potanin dan Guryev juga masuk daftar hitam tahun lalu oleh Inggris dan AS, sementara Timchenko berada di bawah sanksi Uni Eropa, AS dan Inggris.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah mendesak investasi domestik dalam teknologi, fasilitas produksi dan perusahaan untuk membantu mengatasi apa yang disebutnya upaya Barat untuk menghancurkan ekonomi nasional. Menurut Putin, keputusan investasi yang tepat hari ini akan terbayar seratus kali lipat besok.
(akr)
Lihat Juga :