Perlu Diperhatikan, Pinjaman Cepat dari Fintech Bukan untuk 3 Keperluan ini
Selasa, 28 Juli 2020 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
2. Hedonisme
![Perlu Diperhatikan, Pinjaman Cepat dari Fintech Bukan untuk 3 Keperluan ini]()
Tidak bisa dipungkiri, bila Anda mendapatkan pinjaman cepat, kadang terbesit untuk membelanjakan barang-barang incaran yang hanya memuaskan nafsu semata atau bahkan kalap membelanjakan banyak barang tanpa mempertimbangkan apakah produk tersebut dibutuhkan atau tidak.
Sebenarnya sah-sah saja untuk membeli apapun keinginan Anda demi bentuk menyayangi diri sendiri, tetapi pikirkan terlebih dahulu, apakah Anda memiliki kemampuan untuk membayar cicilan dan rutin membayar tepat waktu setiap bulannya? Apakah cicilan per bulannya melebihi 30% dari pendapatan?
Langkah ini akan lebih bijak jika Anda sudah menyisihkan gaji Anda setiap bulannya untuk membayar cicilan dan tunda berbelanja sebelum cicilan pertama lunas dan mencari penghasilan tambahan, agar pendapatan bulanan bisa digunakkan untuk kebutuhan yang lebih penting lagi.
3. Investasi
![Perlu Diperhatikan, Pinjaman Cepat dari Fintech Bukan untuk 3 Keperluan ini]()
Pinjam uang untuk investasi, sekilas kesannya memang menggiurkan. Cicilannya bisa dibayar pakai imbal hasil yang didapatkan dari investasi yang sudah dipilih. Sayangnya, yang sangat perlu diingat, tidak ada investasi yang tanpa resiko. Investasi jangka pendek seperti trading misalnya, ada resiko capital loss yang mana harga jual saham menjadi lebih rendah dibanding harga beli.
Alih-alih bisa untung dan digunakan buat bayar cicilan,bisa jadi malah merugi. Apalagi dengan investasi saham jangka panjang yang memerlukan waktu hingga puluhan tahun. Keuntungannya tidak besar, tetapi konsisten. Ditambah lagi, cicilan pinjaman cepat di fintech tidak bisa menunggu atau memilih tenor hingga puluhan tahun dan harus dibayarkan per bulan.
Penggunaan pinjaman cepat, sasarannya harus tepat
Bila Anda mengajukkan pinjaman cepat, lebih baik gunakkan untuk kebutuhan yang urgensinya tinggi, seperti bila kendaraan rusak dan perlu dibetulkan, tiba-tiba masuk rumah sakit dan kebutuhan yang menunjang pekerjaan maupun bisnis. Bila pinjaman cepat digunakan dengan sasaran yang tepat, hasilnya utang yang Anda dapat berbentuk utang produktif, bukan utang konsumtif.

Tidak bisa dipungkiri, bila Anda mendapatkan pinjaman cepat, kadang terbesit untuk membelanjakan barang-barang incaran yang hanya memuaskan nafsu semata atau bahkan kalap membelanjakan banyak barang tanpa mempertimbangkan apakah produk tersebut dibutuhkan atau tidak.
Sebenarnya sah-sah saja untuk membeli apapun keinginan Anda demi bentuk menyayangi diri sendiri, tetapi pikirkan terlebih dahulu, apakah Anda memiliki kemampuan untuk membayar cicilan dan rutin membayar tepat waktu setiap bulannya? Apakah cicilan per bulannya melebihi 30% dari pendapatan?
Langkah ini akan lebih bijak jika Anda sudah menyisihkan gaji Anda setiap bulannya untuk membayar cicilan dan tunda berbelanja sebelum cicilan pertama lunas dan mencari penghasilan tambahan, agar pendapatan bulanan bisa digunakkan untuk kebutuhan yang lebih penting lagi.
3. Investasi

Pinjam uang untuk investasi, sekilas kesannya memang menggiurkan. Cicilannya bisa dibayar pakai imbal hasil yang didapatkan dari investasi yang sudah dipilih. Sayangnya, yang sangat perlu diingat, tidak ada investasi yang tanpa resiko. Investasi jangka pendek seperti trading misalnya, ada resiko capital loss yang mana harga jual saham menjadi lebih rendah dibanding harga beli.
Alih-alih bisa untung dan digunakan buat bayar cicilan,bisa jadi malah merugi. Apalagi dengan investasi saham jangka panjang yang memerlukan waktu hingga puluhan tahun. Keuntungannya tidak besar, tetapi konsisten. Ditambah lagi, cicilan pinjaman cepat di fintech tidak bisa menunggu atau memilih tenor hingga puluhan tahun dan harus dibayarkan per bulan.
Penggunaan pinjaman cepat, sasarannya harus tepat
Bila Anda mengajukkan pinjaman cepat, lebih baik gunakkan untuk kebutuhan yang urgensinya tinggi, seperti bila kendaraan rusak dan perlu dibetulkan, tiba-tiba masuk rumah sakit dan kebutuhan yang menunjang pekerjaan maupun bisnis. Bila pinjaman cepat digunakan dengan sasaran yang tepat, hasilnya utang yang Anda dapat berbentuk utang produktif, bukan utang konsumtif.
(alf)