Tumbuh 285%, Laba Petrokimia Gresik Naik Jadi Rp3,23 Triliun
Senin, 10 Juli 2023 - 22:51 WIB
loading...
A
A
A
Kinerja berikutnya diwujudkan melalui inovasi insan Petrokimia Gresik sepanjang 2022 yang mampu menciptakan nilai tambah atau value creation sebesar Rp277 miliar bagi perusahaan. Capaian ini merupakan sumbangsih dari 91 persen karyawan yang terus berpikir improvement bagi perusahaan.
Selanjutnya, program Makmur Petrokimia Gresik menjadi solusi untuk memakmurkan negeri. Program yang diinisiasi Pupuk Indonesia dan selanjutnya menjadi program platform Kementerian BUMN ini berhasil membantu meningkatkan produktivitas pertanian dengan realisasi mencapai lebih dari 92 ribu hektare (ha) atau sekitar 93 persen dari target 2023 sebesar 99 ribu.
Baca Juga: Penjualan Listrik Meningkat, PLN Bukukan Pendapatan Rp455 Triliun
Tahun lalu, realisasi Program Makmur Petrokimia Gresik mencapai 116 persen dari target, yaitu seluas 98.598 ha dengan total serapan pupuk mencapai 63.779 ton. Capaian ini menunjukkan program ini merupakan wujud nyata solusi makmurkan negeri perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Dunia tidak hanya sedang berubah tetapi menghadapi tantangan era disrupsi. Pola bisnis lama bisa tiba-tiba menjadi usang dan muncul pola bisnis baru yang mengambil alih. Untuk itu kemampuan beradaptasi dan berkreasi menjadi tumpuan dalam berkompetisi," tutup Dwi Satriyo.
Selanjutnya, program Makmur Petrokimia Gresik menjadi solusi untuk memakmurkan negeri. Program yang diinisiasi Pupuk Indonesia dan selanjutnya menjadi program platform Kementerian BUMN ini berhasil membantu meningkatkan produktivitas pertanian dengan realisasi mencapai lebih dari 92 ribu hektare (ha) atau sekitar 93 persen dari target 2023 sebesar 99 ribu.
Baca Juga: Penjualan Listrik Meningkat, PLN Bukukan Pendapatan Rp455 Triliun
Tahun lalu, realisasi Program Makmur Petrokimia Gresik mencapai 116 persen dari target, yaitu seluas 98.598 ha dengan total serapan pupuk mencapai 63.779 ton. Capaian ini menunjukkan program ini merupakan wujud nyata solusi makmurkan negeri perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Dunia tidak hanya sedang berubah tetapi menghadapi tantangan era disrupsi. Pola bisnis lama bisa tiba-tiba menjadi usang dan muncul pola bisnis baru yang mengambil alih. Untuk itu kemampuan beradaptasi dan berkreasi menjadi tumpuan dalam berkompetisi," tutup Dwi Satriyo.
(nng)
Lihat Juga :