Investor Nantikan MIND ID Jadi Pengendali Vale, Ini Keuntungannya

Kamis, 20 Juli 2023 - 22:34 WIB
loading...
Investor Nantikan MIND...
MIND ID memiliki keuntungan besar apabila berhasil mendapatkan kendali penuh atas PT Vale Indonesia Tbk (INCO). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - MIND ID memiliki keuntungan besar apabila berhasil mendapatkan kendali penuh atas PT Vale Indonesia Tbk (I NCO ). Pengambilalihan saham tersebut dinantikan para investor.

"Jika MIND ID berhasil mengakuisisi INCO dan menjadi entitas pengendali akan berdampak positif bagi pasar modal. Hal ini menunjukkan seriusnya pemerintah dalam menguasai sektor pertambangan di dalam negeri," ujar Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Budi Frensidy melalui pernyataannya, dikutip, Kamis (20/7/2023).

Baca Juga: Erick Thohir Sindir Vale: Lama di Indonesia, Lamban Genjot Investasi

Dia mengatakan melalui akuisisi tersebut akan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan nilai tambah bagi industri pertambangan di dalam negeri. Hingga saat ini, Vale Canada Ltd. (VCL) masih menjadi pemegang kendali INCO dengan kepemilikan saham sebesar 43,79%, bersama dengan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM) yang memiliki saham INCO sebesar 15,03%.

Sementara, pemerintah melalui MIND ID memiliki 20% saham INCO, sedangkan masyarakat memiliki 21,18%. Nafan Aji Gusta Utama, analis pasar modal menilai, peralihan mayoritas kepemilikan saham dari Vale ke MIND ID akan memberikan dampak positif.

Pasar akan mengharapkan pemerintah dapat dengan mudah mengendalikan INCO dalam rangka mempercepat atau mengakselerasi program kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia, terutama dalam hal hilirisasi sumber daya alam nikel.

"Jika hilirisasi nikel dapat dilakukan dan menghasilkan baterai listrik, efek multipliernya akan terasa pada industri lain. Ini dapat digunakan untuk kendaraan listrik dan elektrifikasi lainnya yang membutuhkan baterai sebagai sumber energi penggerak," jelasnya.

Sentimen tersebut, lanjutnya, sangat strategis bagi INCO dan tentu saja akan menarik bagi para investor di pasar modal. Terlebih lagi, jika implementasi hilirisasi dapat dilakukan dengan cepat, hal ini akan meningkatkan kinerja pendapatan dan laba bersih INCO. Hilirisasi ini menjadi nilai tambah sebagai sumber pertumbuhan kinerja pendapatan di masa depan.

"Ini adalah prospek bisnis yang cerah berkat penguatan ekosistem EV. Pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil sebesar 5%, dan pemerintah telah menetapkan target Indonesia Emas 2045, maka mestinya hal ini dapat terwujud. Jika pertumbuhan ekonomi tetap stabil di 5,7%, program ekosistem EV ini akan berjangka panjang, permintaan dari luar negeri akan kuat, terutama di pasar ASEAN yang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi global," tambahnya.

Baca Juga: Divestasi Saham Vale ke MIND ID Bisa Lebih dari 11 Persen

Nafan menjelaskan, terdapat tiga target harga untuk saham INCO. Secara tren teknikal, saham INCO masih berada dalam trend sideways, tetapi ketika MIND ID berhasil meningkatkan kepemilikannya, hal ini akan menjadi momen bullish bagi INCO.

"Para investor sangat mengharapkan kepemilikan MIND ID di INCO meningkat dari 20% menjadi 51%. Posisi saat ini masih sideways dan akan menjadi sentimen positif setelah aksi korporasi dari MIND ID ini," katanya.

Sementara, target harga atau target price (TP) untuk INCO adalah 6.425, 6.650, dan 7.200. Menurut Nafan, target price ketiga seharusnya dapat dicapai dalam waktu 1 tahun.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
Buka BRImo, Langsung...
Buka BRImo, Langsung Jadi Investor Syariah bareng Syailendra Capital!
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp59,35 Triliun, Ketua OJK Tekankan Kepercayaan Investor
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Kota Bontang Buktikan...
Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru
Rekomendasi
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Berita Terkini
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved