Defisit APBN 2021 Sentuh 5,2%, Ekonom Ingatkan Ancaman Fiskal

Selasa, 28 Juli 2020 - 15:33 WIB
loading...
Defisit APBN 2021 Sentuh...
Ekonom memproyeksikan langkah pelebaran defisit APBN akan terus berlangsung hingga tiga tahun ke depan atau pada 2023. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mencatat, pelebaran defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar 5,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sangat membahayakan. Dia menilai besaran defisit tersebut berpotensi mengancam fiskal negara di tahun depan.

Bahkan, Tauhid Ahmad memperkirakan, langkah pelebaran defisit akan terus dilakukan pemerintah seiring dengan pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di sejumlah sektor yang dia proyeksikan akan terus berlangsung hingga tiga tahun ke depan atau pada 2023. (Baca juga: Ssst, Ini Tiga Bocoran dari Sri Mulyani Soal Defisit Sebesar 5,2% )

Upaya itu memiliki resiko besar tidak hanya pada fiskal dan sistem moneter tapi juga akan berimplikasi pada sektor ekonomi riil dalam negeri bila pemerintah tidak mampu mengelolanya secara baik dan tepat sasaran.

"Dengan penambahan defisit, kemampuan pemerintah untuk menanggulangi pemulihan ekonomi itu harus dibagi dalam beberapa tahun mendatang dan sampai 2023. Proporsi naiknya defisit APBN 2022-2023 masih relatif tambah besar dan ini berbahaya kalau pemerintah tidak melakukan berbagai upaya," ujar Tauhid dalam Webinar, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Tauhid juga menyebut, ancaman fiskal berpotensi terjadi karena didorong oleh beban bunga utang pemerintah dari Surat Berharga Negara (SBN) yang terus membengkak. Dimana, utang pemerintah masih akan terus ada karena jangka waktu atau tenor SBN selama 5-10 tahun ke depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Rupiah Jeblok ke Rekor...
Rupiah Jeblok ke Rekor Terendah, Ekonomi RI dalam Bahaya?
Defisit Rp240,1 Triliun,...
Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut APBN Tumbuh Ekspansif hingga Maret 2026
Perencanaan Pembangunan...
Perencanaan Pembangunan dan Anggaran dalam Arsitektur Fiskal
Kebijakan WFH ASN Berpotensi...
Kebijakan WFH ASN Berpotensi Hemat APBN Capai Rp6,2 Triliun
Istana Pastikan Tak...
Istana Pastikan Tak Potong Anggaran MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih
Rekomendasi
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
PRJ 2026 Jadi Ruang...
PRJ 2026 Jadi Ruang Kebersamaan Keluarga di Ibu Kota
Berita Terkini
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Infografis
Inggris Saat Ini Menghadapi...
Inggris Saat Ini Menghadapi Ancaman 800 Rudal Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved