Defisit APBN 2021 Sentuh 5,2%, Ekonom Ingatkan Ancaman Fiskal
Selasa, 28 Juli 2020 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
"Tenor SBN rata-rata tidak jangka pendek, tapi 5-10 tahun. Artinya yang menanggung utang adalah pemerintah berikutnya, meskipun utang itu dilakukan sekarang," kata dia. (Baca: Tambal Defisit, Pemerintah Terbitkan SBN Rp900,4 Triliun )
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas, Selasa (28/7) memutuskan untuk memperlebar defisit APBN 2021 sebesar 5,2%. Angka tersebut lebih tinggi dari desain awal yang dirancang oleh Kemenkeu serta hasil kesepakatan antara pemerintah dan DPR RI.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, awalnya desain awal defisit pada APBN 2021 sebesar 4,17%. Namun, di dalam rapat dengan DPR defisit ditingkatkan jadi 4,7% dari Produk domestik Bruto (PDB).
"Di dalam sidang kabinet Presiden sudah memutuskan akan memperlebar defisit menjadi 5,2% dari PDB. Lebih tinggi lagi dari desain awal yang sudah disepakati," ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Jokowi. (Baca juga: Jokowi Sebut di Tengah Pandemi Pertumbuhan Ekonomi RI Urutan 3 Secara Global )
Lebih lanjut Bendahara Negara itu menjelaskan, dengan pelebaran defisit tersebut maka pemerintah memiliki tambahan cadagan belanja sebesar Rp179 triliun. Sri Mulyani menjelaskan, tambahan cadangan belanja tersebut akan digunakan dalam pemulihan perekonomian nasional yang masih akan berlangsung pada 2021 mendatang.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas, Selasa (28/7) memutuskan untuk memperlebar defisit APBN 2021 sebesar 5,2%. Angka tersebut lebih tinggi dari desain awal yang dirancang oleh Kemenkeu serta hasil kesepakatan antara pemerintah dan DPR RI.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, awalnya desain awal defisit pada APBN 2021 sebesar 4,17%. Namun, di dalam rapat dengan DPR defisit ditingkatkan jadi 4,7% dari Produk domestik Bruto (PDB).
"Di dalam sidang kabinet Presiden sudah memutuskan akan memperlebar defisit menjadi 5,2% dari PDB. Lebih tinggi lagi dari desain awal yang sudah disepakati," ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Jokowi. (Baca juga: Jokowi Sebut di Tengah Pandemi Pertumbuhan Ekonomi RI Urutan 3 Secara Global )
Lebih lanjut Bendahara Negara itu menjelaskan, dengan pelebaran defisit tersebut maka pemerintah memiliki tambahan cadagan belanja sebesar Rp179 triliun. Sri Mulyani menjelaskan, tambahan cadangan belanja tersebut akan digunakan dalam pemulihan perekonomian nasional yang masih akan berlangsung pada 2021 mendatang.
(ind)
Lihat Juga :