Dana Penerbitan Surat Utang di BEI Tembus Rp73,5 Triliun
Minggu, 23 Juli 2023 - 20:00 WIB
loading...
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah dana yanng dihimpun dari peneritan surat utang. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah dana yang dihimpun dari penerbitan surat utang atau obligasi mencapai Rp73,5 triliun hingga pekan ketiga Juli 2023.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan jumlah tersebut berasal dari 46 penerbit.
"Telah diterbitkan 64 emisi dari 46 penerbit Efek Bersifat Utang (EBUS) dengan dana yang dihimpun sebesar Rp73,5 triliun," kata Nyoman, dikutip Minggu (23/7/2023).
Baca Juga: Fakta Bursa Sepekan: IHSG Bertahan di 6.800, Transaksi Harian Naik 10%
Antusiasme emiten tersebut masih belum berakhir. Pasalnya, terdapat 10 penerbit yang siap menawarkan obligasnya per 21 Juli 2023. Dari jumlah tersebut sedikitnya ada 15 emisi.
Sektor bahan baku atau basic materials mendominasi penerbitan obligasi. Selanjutnya terdapat 2 penerbit masing-masing berasal dari sektor energi dan industri.
Baca Juga: 11 Calon Emiten Antre IPO, Asetnya di Atas Rp250 Miliar
Selanjutnya 1 perusahaan juga masing-masing datang dari sektor infrastruktur, transportasi-logistik, sementara 1 lainnya masih belum ditentukan sektornya.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan jumlah tersebut berasal dari 46 penerbit.
"Telah diterbitkan 64 emisi dari 46 penerbit Efek Bersifat Utang (EBUS) dengan dana yang dihimpun sebesar Rp73,5 triliun," kata Nyoman, dikutip Minggu (23/7/2023).
Baca Juga: Fakta Bursa Sepekan: IHSG Bertahan di 6.800, Transaksi Harian Naik 10%
Antusiasme emiten tersebut masih belum berakhir. Pasalnya, terdapat 10 penerbit yang siap menawarkan obligasnya per 21 Juli 2023. Dari jumlah tersebut sedikitnya ada 15 emisi.
Sektor bahan baku atau basic materials mendominasi penerbitan obligasi. Selanjutnya terdapat 2 penerbit masing-masing berasal dari sektor energi dan industri.
Baca Juga: 11 Calon Emiten Antre IPO, Asetnya di Atas Rp250 Miliar
Selanjutnya 1 perusahaan juga masing-masing datang dari sektor infrastruktur, transportasi-logistik, sementara 1 lainnya masih belum ditentukan sektornya.
(nng)
Lihat Juga :