Tipu-tipu Investasi, OJK Sebut Crazy Rich Palsu Suka Bikin Resah
Senin, 24 Juli 2023 - 10:15 WIB
loading...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti maraknya fenomena crazy rich palsu yang suka tipu-tipu investasi. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menyoroti maraknya fenomena crazy rich palsu di kalangan masyarakat yang muncul belakangan ini. Hal tersebut menjadi salah satu dari sejumlah tantangan yang dihadapi industri jasa keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa, terjadi peningkatan eksposur terhadap berbagai penipuan yang berkedok pinjaman maupun investasi.
"Termasuk munculnya fenomena crazy rich-crazy rich ini sangat meresahkan, karena ini membuat masyarakat mudah masuk ke dalam iming-iming atau jebakan yang dibuat oleh orang yang menunjukkan fenomena crazy rich tersebut," kata Frederica dalam acara Indonesian Financial Literacy Conference 2023, dikutip Senin (24/7/2023).
Baca Juga: Anggota DPR Dukung Pembentukan Satgas Pajak untuk Crazy Rich
Sementara itu, data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan terdapat lebih dari 700 juta kali serangan siber pada 2022 yang didominasi oleh ransomware dan malware.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa, terjadi peningkatan eksposur terhadap berbagai penipuan yang berkedok pinjaman maupun investasi.
"Termasuk munculnya fenomena crazy rich-crazy rich ini sangat meresahkan, karena ini membuat masyarakat mudah masuk ke dalam iming-iming atau jebakan yang dibuat oleh orang yang menunjukkan fenomena crazy rich tersebut," kata Frederica dalam acara Indonesian Financial Literacy Conference 2023, dikutip Senin (24/7/2023).
Baca Juga: Anggota DPR Dukung Pembentukan Satgas Pajak untuk Crazy Rich
Sementara itu, data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan terdapat lebih dari 700 juta kali serangan siber pada 2022 yang didominasi oleh ransomware dan malware.
Lihat Juga :