Tumbuh 17%, BNI Raup Laba Bersih Rp10,3 Triliun di Semester I-2023
Selasa, 25 Juli 2023 - 18:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Dorong Industrialisasi, Segmen Enterprise BNI dapat Katalis Positif
Lebih lanjut, Novita mengatakan bahwa strategi pengelolaan kualitas aset yang disiplin ini berdampak positif pada perbaikan kualitas aset BNI. Rasio kredit berisiko (Loan at Risk atau LAR) yang per Juni 2023 berada pada level 16,1%, membaik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 19,6%. LAR terdiri atas NPL, kredit pada kolektibilitas 2, dan kredit kolektibilitas lancar yang sedang direstrukturisasi. "Perbaikan rasio LAR terjadi konsisten pada ketiga aspek tersebut," tegasnya.
Terkait Non-Performing Loan (NPL), BNI per Juni 2023 mencatat terjadinya perbaikan menjadi pada level 2,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3,2%. Sementara itu, total kredit lancar yang direstrukturisasi juga membaik 270 bps menjadi 9,3% seiring dengan berjalannya skema restrukturisasi kredit dan pulihnya bisnis debitur.
Novita mengatakan, perbaikan kualitas aset tetap diimbangi dengan penyediaan pencadangan pada level yang kuat untuk mengantisipasi risiko. Rasio pembentukan beban CKPN terhadap total kredit atau credit cost pada semester pertama tahun 2023 sebesar 1,4%, menurun 70 bps dibandingkan credit cost yang dibentuk periode yang sama tahun lalu sebesar 2,2%.
Meskipun credit cost yang dibentuk lebih rendah dibanding tahun lalu, jelas dia, BNI berpandangan hal ini sudah memadai untuk meng-cover kebutuhan penambahan CKPN bagi debitur-debitur yang masih dalam perhatian khusus. "Kami optimis ekspansi kredit yang lebih tinggi di semester kedua tahun ini, akan tetap berkorelasi positif pada kualitas kredit yang semakin baik. Kami menargetkan rasio kredit NPL untuk terus turun hingga akhir 2023," tandasnya.
Lebih lanjut, Novita mengatakan bahwa strategi pengelolaan kualitas aset yang disiplin ini berdampak positif pada perbaikan kualitas aset BNI. Rasio kredit berisiko (Loan at Risk atau LAR) yang per Juni 2023 berada pada level 16,1%, membaik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 19,6%. LAR terdiri atas NPL, kredit pada kolektibilitas 2, dan kredit kolektibilitas lancar yang sedang direstrukturisasi. "Perbaikan rasio LAR terjadi konsisten pada ketiga aspek tersebut," tegasnya.
Terkait Non-Performing Loan (NPL), BNI per Juni 2023 mencatat terjadinya perbaikan menjadi pada level 2,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 3,2%. Sementara itu, total kredit lancar yang direstrukturisasi juga membaik 270 bps menjadi 9,3% seiring dengan berjalannya skema restrukturisasi kredit dan pulihnya bisnis debitur.
Novita mengatakan, perbaikan kualitas aset tetap diimbangi dengan penyediaan pencadangan pada level yang kuat untuk mengantisipasi risiko. Rasio pembentukan beban CKPN terhadap total kredit atau credit cost pada semester pertama tahun 2023 sebesar 1,4%, menurun 70 bps dibandingkan credit cost yang dibentuk periode yang sama tahun lalu sebesar 2,2%.
Meskipun credit cost yang dibentuk lebih rendah dibanding tahun lalu, jelas dia, BNI berpandangan hal ini sudah memadai untuk meng-cover kebutuhan penambahan CKPN bagi debitur-debitur yang masih dalam perhatian khusus. "Kami optimis ekspansi kredit yang lebih tinggi di semester kedua tahun ini, akan tetap berkorelasi positif pada kualitas kredit yang semakin baik. Kami menargetkan rasio kredit NPL untuk terus turun hingga akhir 2023," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :