Tumbuh 17%, BNI Raup Laba Bersih Rp10,3 Triliun di Semester I-2023
Selasa, 25 Juli 2023 - 18:58 WIB
loading...
Dirut BNI Royke Tumilaar (tengah) di dampingi Wadirut BNI Adi Sulistyowati (tiga dari kiri), Direktur Finance Novita Widya Anggraini (dua dari kanan), Direktur Risk Management David Pirzada (kanan) danĀ Direktur Wholesale & International Banking Silvano R
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mampu mempertahankan kinerja positif pada semester pertama 2023. Pada periode tersebut BNI mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 17% year-on-year (YoY) mencapai Rp10,3 triliun.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menegaskan, pencapaian ini diperoleh dengan tetap mengedepankan pertumbuhan bisnis yang selektif dan prudent untuk menghasilkan pendapatan jangka panjang yang optimal. Dia menambahkan, capaian positif itu tak lepas dari program serta solusi yang ditawarkan BNI. Hal ini diikuti dengan strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial, serta optimalisasi digital.
"Kami bersyukur semester pertama dapat dilampaui dengan baik. Tentunya ada ruang untuk tumbuh lebih baik lagi dan akan kami akselerasi di semester kedua," ujar Royke di Jakarta, Selasa (25/7/2023).
Menurut Royke, kinerja fungsi intermediasi yang optimal, kualitas aset yang terus membaik, pertumbuhan Current Account Saving Account (CASA) yang sehat, serta struktur permodalan yang kuat menjadi fondasi utama BNI untuk terus melakukan ekspansi bisnis sambil tetap memperkuat daya tahan terhadap risiko yang dihadapi.
Baca Juga: Menyongsong 2023, Begini 7 Strategi BNI
Dia menambahkan, perseroan juga fokus dalam penguatan likuiditas guna menopang akselerasi penyaluran kredit pada semester berikutnya. BNI, jelas dia, akan mengoptimalkan pipeline penyaluran kredit, sekaligus mengakuisisi debitur sehat.
"BNI yakin akselerasi pada semester kedua ini akan lebih baik. Transformasi perusahaan sudah mulai memberikan output dan dampak positif pada kinerja yang lebih baik dalam hal portofolio, likuiditas, hingga profitabilitas," tandasnya.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menegaskan, pencapaian ini diperoleh dengan tetap mengedepankan pertumbuhan bisnis yang selektif dan prudent untuk menghasilkan pendapatan jangka panjang yang optimal. Dia menambahkan, capaian positif itu tak lepas dari program serta solusi yang ditawarkan BNI. Hal ini diikuti dengan strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial, serta optimalisasi digital.
"Kami bersyukur semester pertama dapat dilampaui dengan baik. Tentunya ada ruang untuk tumbuh lebih baik lagi dan akan kami akselerasi di semester kedua," ujar Royke di Jakarta, Selasa (25/7/2023).
Menurut Royke, kinerja fungsi intermediasi yang optimal, kualitas aset yang terus membaik, pertumbuhan Current Account Saving Account (CASA) yang sehat, serta struktur permodalan yang kuat menjadi fondasi utama BNI untuk terus melakukan ekspansi bisnis sambil tetap memperkuat daya tahan terhadap risiko yang dihadapi.
Baca Juga: Menyongsong 2023, Begini 7 Strategi BNI
Dia menambahkan, perseroan juga fokus dalam penguatan likuiditas guna menopang akselerasi penyaluran kredit pada semester berikutnya. BNI, jelas dia, akan mengoptimalkan pipeline penyaluran kredit, sekaligus mengakuisisi debitur sehat.
"BNI yakin akselerasi pada semester kedua ini akan lebih baik. Transformasi perusahaan sudah mulai memberikan output dan dampak positif pada kinerja yang lebih baik dalam hal portofolio, likuiditas, hingga profitabilitas," tandasnya.
Lihat Juga :