Backlog Masih 12,7 Juta, Kementerian PUPR Ungkap Penyebabnya

Selasa, 08 Agustus 2023 - 13:46 WIB
loading...
Backlog Masih 12,7 Juta,...
Backlog permumahan masih terbilang tinggi. Foto/PUPR
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Iwan Suprijanto mengatakan, saat ini jumlah backlog perumahan di Indonesia masih berada di angka 12,7 juta. Backlog adalah kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah yang dibutuhkan rakyat.

Baca juga: Horor! Penampakan Kompleks Perumahan Mewah Terbengkalai di Kawasan Industri Pulogadung

Iwan mengatakan angka tersebut bisa naik dikarenakan pertumbuhan keluarga baru tembus 700-800 ribu per tahun. Menurutnya salah satu upaya untuk menekan angka backlog adalah dengan memberikan inovasi pembiayaan yang seusai dengan portofolio pendapatan anak muda atau generasi milenial.

"Karena terus terang mayoritas generasi milenial ini banyak bekerja di sektoral informal, ada konten YouTuber dan sebagainya, yang bekerja secafa kreatif dan sebetulnya pendapatannya juga luar biasa," ujar Iwan dalam acara Akad Masal Bank BTN di Tangerang, Selasa (8/8/2023).

Di samping itu, Iwan menjelaskan, dalam RPJMN 2020-2024, pemerintah menargetkan peningkatan akses rumah layak huni menjadi kurang lebih 70% untuk tahun 2024. Target itu dapat dicapai dengan cara menyediakan kemudahan akses pembiayaan.

"Saya mendorong pembiayaan alternatif yang kreatif dan inovatif khususnya untuk generasi milenial," sambungnya.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, saat ini Kementerian PUPR sendiri terus berupaya untuk memberikan akses masyarakat ke hunian layak huni dan terjangkau kepada seluruh masyarakat Indonesia. Di antaranya lewat pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, serta mendukung penyediaan hunian bagi ASN/TNI/Polri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
Membangun Ekonomi Jabar...
Membangun Ekonomi Jabar dari Rumah: Sinergi Baru untuk Pembiayaan Hunian yang Lebih Inklusif
NavaPark Dorong Konsep...
NavaPark Dorong Konsep Healthy Lifestyle lewat Hunian Premium Berbasis Wellness
Perusahaan Kini Bisa...
Perusahaan Kini Bisa Dipidana, FIFGROUP Perketat Aturan Penagihan Sesuai KUHP Baru 2026
Rekomendasi
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Raja Juli Ngaku Diberi...
Raja Juli Ngaku Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, KPK: Jadi Pengayaan Informasi Penyidik
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
Berita Terkini
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved