Wall Street Dibuka Koreksi, Saham Keuangan Jatuh Usai Moody's Pangkas Peringkat Bank

Selasa, 08 Agustus 2023 - 22:58 WIB
loading...
Wall Street Dibuka Koreksi,...
Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Selasa (8/8). FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Selasa (8/8). Saham sektor keuangan jatuh, terbebani langkah lembaga pemeringkat Moody's yang memangkas peringkat kredit sejumlah bank-bank kecil hingga menengah.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,53 persen di 35.284,10. S&P 500 dibuka lebih rendah sebesar 0,58 persen di 4.492,24, sedangkan Nasdaq Composite jatuh 0,84 persen, menjadi 13.877,04.

Lembaga pemeringat Moody's memangkas peringkat kredit sebanyak 10 lembaga keungan, termasuk Bank of New York Mellon (BK.N), US Bancorp (USB.N), State Street (STT.N), hingga Truist Financial (TFC.N). Fundamental perusahaan pemberi pinjaman ini dinilai masih mendapat tantangan oleh risiko pendanaan dan potensi profitabilitas yang rendah.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Naik Saat Investor Menanti Laporan Data Inflasi AS

Sentimen ini dinilai membebani penurunan saham-saham perbankan big caps seperti Goldman Sachs (GS.N) hingga Bank of America (BAC.N) yang masing-masing turun 1,1% dan 1,7% pada perdagangan pre-market, sementara Bank of New York Mellon dan U.S. Bancorp turun 2,9% dan 3,6%.

"Moody's memperingatkan sejumlah perusahaan perbankan. Tentu ini menambah beban setelah apa yang dilakukan Fitch (pemangkasan rating kredit) pekan lalu, sehingga mendorong investor untuk berhati-hati," kata Analis CFRA Research, Sam Stovall, dilansir Reuters, Selasa (8/8/2023).

Secara makro, pasar juga tengah memusatkan perhatian terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat sebagai indikator untuk membaca kebijakan moneter bank sentral atau Federal Reserve.

Baca Juga: Wall Street Menghijau di Awal Pekan, Investor Bersiap Sambut Data Inflasi

Jajak pendapat ekonom yang disurvei Reuters memprediksi inflasi AS periode Juli kemungkinan akan di level 3,3 persen secara tahunan, sementara inflasi inti diramal masih stagnan di 4,8 persen.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Stabilkan Keuangan Akibat...
Stabilkan Keuangan Akibat Dompet Tipis usai Lebaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved