IHSG Masih Mode Sulit Tembus 6.900, Begini Proyeksi Analis
Rabu, 09 Agustus 2023 - 06:59 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi kemarin akhirnya terkoreksi setelah sebelumnya sempat menyentuh level 6.915. Untuk hari ini supportnya masih ada ruang di sekitar 6.820 - 6.830. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada sesi kemarin akhirnya terkoreksi setelah sebelumnya sempat menyentuh level 6.915. Sempat turun ke level terendah di 6.861, secara teknikal apakah ini sudah menyentuh level support?
Baca Juga: IHSG Sesi Akhir Hari Ini Terkoreksi, Ada Pendatang Baru Tembus ARA
VP Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih mengatakan, jika dilihat memang kenaikan IHSG tertahan karena sudah menyentuh harga tertinggi sejak awal Januari.
"Jadi ini resisten kuat juga, tapi kalau kita mundur sedikit sampai dengan September (2022) indeks ini sudah keluar dari pola penurunan, hanya saja supportnya masih ada ruang di sekitar 6.820 - 6.830," ujar Alfatih dalam IDX 2nd Session Closing Market, Selasa (8/8/2023).
Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau Sempat Tembus Level 6.907, 3 Saham Ini Pimpin Top Gainers
"Jadi nanti kalau terjadi penurunan ke arah sana nanti baru kita lihat lagi apakah memang indeks kita bisa bertahan dan menguat atau memang konsolidasinya lebih lama lagi," imbuhnya.
Alfatih juga melihat IHSG saat ini ada di area tertinggi, yang berarti hal ini hanya aksi profit taking saja dan didorong data ekonomi yang naik.
Baca Juga: IHSG Sesi Akhir Hari Ini Terkoreksi, Ada Pendatang Baru Tembus ARA
VP Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih mengatakan, jika dilihat memang kenaikan IHSG tertahan karena sudah menyentuh harga tertinggi sejak awal Januari.
"Jadi ini resisten kuat juga, tapi kalau kita mundur sedikit sampai dengan September (2022) indeks ini sudah keluar dari pola penurunan, hanya saja supportnya masih ada ruang di sekitar 6.820 - 6.830," ujar Alfatih dalam IDX 2nd Session Closing Market, Selasa (8/8/2023).
Baca Juga: IHSG Dibuka Menghijau Sempat Tembus Level 6.907, 3 Saham Ini Pimpin Top Gainers
"Jadi nanti kalau terjadi penurunan ke arah sana nanti baru kita lihat lagi apakah memang indeks kita bisa bertahan dan menguat atau memang konsolidasinya lebih lama lagi," imbuhnya.
Alfatih juga melihat IHSG saat ini ada di area tertinggi, yang berarti hal ini hanya aksi profit taking saja dan didorong data ekonomi yang naik.
Lihat Juga :