Kualitas Udara di Jakarta Terburuk, Kendaraan Listrik Dinilai Jadi Solusi
Minggu, 13 Agustus 2023 - 08:52 WIB
loading...
Memasifkan penggunaan kendaraan listrik diyakini menjadi solusi untuk mengatasi polusi udara yang makin memburuk di Ibu Kota. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Air Quality Index (AQI) menempatkan DKI Jakarta sebagai kota dengan udara terburuk di dunia, melampaui sejumlah kota besar lainnya seperti Mumbai di India dan Hangzhou di China. Emisi dari kendaraan bermotor berbahan bakar minyak (BBM) disinyalir sebagai salah satu penyebab utamanya.
Peneliti Alpha Research and Datacenter Ferdy Hasiman mengatakan, hal ini menjadi momentum untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi untuk mengatasi polusi udara di Ibu Kota. Terlebih, kata dia, tren global pun saat ini mengarah ke kendaraan listrik di tengah gerakan transisi dari energi berbasis fosil ke energi baru terbarukan.
Baca Juga: Kualitas Udara DKI Jakarta Buruk, 40% dari Polusi Kendaraan
"Negara-negara maju sudah mulai beralih dari energi tinggi karbon menuju energi bersih. Di sektor otomotif, mereka sudah mulai meninggalkan kendaraan berbasis fosil menuju kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Sektor transportasi menjadi salah satu penghasil emisi besar, sehingga beralih ke kendaraan ramah lingkungan adalah solusi terbaik," ungkapnya melalui siaran pers, Minggu (13/8/2023).
Baca Juga: Soal Udara Buruk Jakarta, Jokowi: Geser Sebagian ke IKN
Ferdy mengatakan, menggunakan kendaraan listrik sama dengan mengurangi hampir 50% emisi karbon. "Hitungannya begini, 1 liter BBM sama dengan 1,2 kWh listrik. Emisi karbon 1 liter BBM adalah 2,4 Kg CO2e. Sementara, emisi karbon 1,2 kWh listrik hanya 1,3 kg CO2e," jelas Ferdy.
Menurut dia, sektor transportasi Indonesia pada 2020 mencatatkan emisi mencapai 280 juta ton CO2e. Dia memperkirakan, jika masyarakat dan pemerintah tidak mengatasi persoalan itu, maka pada 2060 emisinya akan mencapai 860 Juta ton CO2e per tahun.
"Karena itu, satu-satunya cara menurunkan emisi di sektor transportasi adalah dengan mendorong peralihan kendaraan BBM ke listrik," tandasnya.
Peneliti Alpha Research and Datacenter Ferdy Hasiman mengatakan, hal ini menjadi momentum untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi untuk mengatasi polusi udara di Ibu Kota. Terlebih, kata dia, tren global pun saat ini mengarah ke kendaraan listrik di tengah gerakan transisi dari energi berbasis fosil ke energi baru terbarukan.
Baca Juga: Kualitas Udara DKI Jakarta Buruk, 40% dari Polusi Kendaraan
"Negara-negara maju sudah mulai beralih dari energi tinggi karbon menuju energi bersih. Di sektor otomotif, mereka sudah mulai meninggalkan kendaraan berbasis fosil menuju kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Sektor transportasi menjadi salah satu penghasil emisi besar, sehingga beralih ke kendaraan ramah lingkungan adalah solusi terbaik," ungkapnya melalui siaran pers, Minggu (13/8/2023).
Baca Juga: Soal Udara Buruk Jakarta, Jokowi: Geser Sebagian ke IKN
Ferdy mengatakan, menggunakan kendaraan listrik sama dengan mengurangi hampir 50% emisi karbon. "Hitungannya begini, 1 liter BBM sama dengan 1,2 kWh listrik. Emisi karbon 1 liter BBM adalah 2,4 Kg CO2e. Sementara, emisi karbon 1,2 kWh listrik hanya 1,3 kg CO2e," jelas Ferdy.
Menurut dia, sektor transportasi Indonesia pada 2020 mencatatkan emisi mencapai 280 juta ton CO2e. Dia memperkirakan, jika masyarakat dan pemerintah tidak mengatasi persoalan itu, maka pada 2060 emisinya akan mencapai 860 Juta ton CO2e per tahun.
"Karena itu, satu-satunya cara menurunkan emisi di sektor transportasi adalah dengan mendorong peralihan kendaraan BBM ke listrik," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :