alexametrics

XL Catat Laba Bersih 2016 Sebesar Rp376 Miliar

loading...
XL Catat Laba Bersih 2016 Sebesar Rp376 Miliar
XL mencatat laba bersih Rp376 miliar pada 2016. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Seiring dengan agenda transformasi, PT XL Axiata Tbk (XL) telah berhasil merealisasikan dua tujuan dari agenda pengelolaan neraca keuangan (Balance Sheet Management) yakni mengurangi beban utang dan meminimalkan dampak dari fluktuasi Forex.

Selain itu, dengan selesainya agenda Rights Issue serta penjualan dan penyewaan kembali menara tahap kedua di semester I 2016, membuat XL berhasil meningkatkan fundamental keuangannya pada level yang sama dengan saat menyelesaikan akuisisi Axis pada awal 2014.

Presiden Direktur dan CEO XL, Dian Siswarini mengatakan hal tersebut telah menguatkan dan menjadikan neraca keuangan XL lebih kokoh dan fleksibel. Sehingga XL bisa lebih fokus untuk melakukan pembangunan dan peningkatan jaringan.



“Peningkatan terbesar ada pada laba bersih, dimana XL mencatat laba Rp376 miliar pada 2016 dibandingkan rugi sebesar Rp25 miliar di 2015. Keuntungan tersebut diperoleh dari dampak positif penguatan rupiah terhadap USD, serta hasil dari penjualan menara di periode tersebut,” ujar Dian dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Kamis (2/2/2017).

Pada 2016, pendapatan XL sempat menurun sebagai dampak dari pergeseran atas layanan legacy (voice dan SMS) ke Data. Namun, tren di semester kedua 2016 menunjukkan hasil yang lebih positif bagi XL. Per kuartal IV 2016, pendapatan Data mampu menyumbang 50% dari total pendapatan XL, atau lebih baik dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar 31%. Sehingga, pada kuartal IV 2016, Gross Revenue tumbuh didorong oleh pertumbuhan pendapatan Data.

Selain itu, pada 2016 lalu, XL berhasil menjalankan penghematan di seluruh aktivitas bisnis, terutama pada perpanjangan sewa menara. Hasilnya, XL mampu mendorong peningkatan profil biaya dan profitabilitas bisnis yang lebih baik secara keseluruhan. Dengan demikian, margin EBITDA XL meningkat 1,0% menjadi 37,6% pada tahun 2016 dibandingkan dengan 36,6% pada tahun 2015.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak